oleh

Pembatasan Jam Usaha Dikhawatirkan Membuat Omzet Kian Turun

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembatasan jam operasional mendapat respons pemilik usaha di Bandarlampung. Aturan tersebut dikhawatirkan membuat omzet semakin turun.

Diketahui, Wali Kota Bandarlampung Herman HN menerbitkan surat edaran Nomor 440/133/IV.06/2021 yang ditujukan kepada para pimpinan atau manajer gedung pusat kafe, restoran, hotel, karaoke, pemilik tempat hiburan lainnya dan seluruh masyarakat.

Pembatasan jam operasional ini akan dilakukan terhitung Kamis (28/1) mendatang.

Untuk pusat perbelanjaan seperti Mal harus tutup pukul 19.00 WIB. Sementara tempat hiburan lainnya, termasuk pedagang pinggir jalan pukul 22.00 WIB.

Menurut Kenedi (28), warga Enggal Bandarlampung, ia cukup keberatan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Corona. Yakni membatasi jam operasional usaha.

“Sebenernya sih, saya tidak setuju. Karena kita buka dagangan itu kan, sore. Sedangkan rame orang nongkrong untuk makan minum, paling jam 8 atau jam 9 malam. Kalau disuruh tutup jam 10, kita susah balik modalnya,” kata Kenedi.


Komentar

Rekomendasi