oleh

Soal Hibah Pemkot Bandarlampung, Pengamat Sarankan Tinjau Soal Kelayakan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Niat Pemkot Bandarlampung menghibahkan gedung bernilai miliaran rupiah dinilai bisa menambah beban anggaran pemerintah di kemudian hari. Hal ini mengingat kepemimpinan Walikota Bandarlampung Herman H. N. saat ini pada ujung kepemimpinannya.

Syahril Daud, Pengamat Ekonomi Bisnis dan Kebijakan Publik Universitas Bandar Lampung (UBL) menyarankan, dalam hibah dari pemerintah daerah kesejumlah instansi lebih baik ditinjau lebih dahulu.

“Untuk hibah dibidang infrastruktur, sebaiknya kembali ditinjau soal layak dan tidak layak pakai. Mungkin pihak Pemkot Bandarlampung ingin berbenah dibidang infrastruktur memang harus ditinjau kembali, dicek, toh kalau masih ada Infrastruktur, gedung yang bisa masih layak dipakai, dimanfaatkan pemerintahan dan kegiatan lain. Ya lebih baik di manfaatkan, dan dihibahkan,” ujar Syahril Selasa (26/1).

Hal tersebut memang dinilai Syahril sangat kontradiksi dengan pembangunan, mengingat pembangunan gedung baru pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi Pemkot Bandarlampung disebut masih memiliki sejumlah hutang dalam pembangunan infrastruktur di kota Tapis Berseri tersebut. “Bahkan ada informasi pemkot masih banyak hutang juga. makanya kembali lagi soal efektivitas nya, kecuali ditelantarkan dan tidak digunakan,” jelasnya.

Syahril mengatakan ada nilai positif dan negatif jika nantinya gedung yang dibangun Pemkot Bandarlampung ini tetap dilakukan. “Misalnya pembaharuan fisik bangunan, baru dari bangunan yang terbangun. Tapi kalau dananya yang didapat dari hasil hutang ya harus diselesaikan pemerintah kedepannya. Jadi ada dampak positif negatif, tapi didalam pengkajian pasti banyak manfaatnya bagi masyarakat, toh pengelolaan beban hutang selanjutnya adalah sesuatu pemikiran bagaimana menyelesaikan hutang (pemerintah),” tambahnya.

Syahril juga menilai Pemda melakukan pinjaman adalah hal lumrah. Hal itu dinilai sebagai bentuk Pemda membangun daerahnya. “Soal pembangunan, hutang itu hal biasa, tidak bicara pemerintah kota, kabupaten, provinsi saja, bahkan negara saja mau melakukan pembangunan juga harus berhutang. Ya bagaimana kakau tidak begitu tidak terjadi pembangunan. Bahkan kalau pemerintah tidak melakukan peminjaman, mungkin tidak bisa membangun flyover dan lainnya. Mungkin kemacetan dan kesemrawutan jalan masih terjadi,” tambahnya.

Namun Syahril kembali mengingatkan Pemkot Bandarlampung untuk meninjau kembali manfaat dan efektivitas hibah gedung tersebut. “Kita sebagai masyarakat menghimbau masyarakat, untuk hibah itu ya harus ditinjau kembali manfaat dan efektivitas perlu dan tidak perlunya,” tandasnya. (rma/wdi)


Komentar

Rekomendasi