oleh

Dua Jenazah Korban Sriwijaya Air Tiba di Lampung, Keluarga Masih Tampak Terpukul

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dua jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182: Sugiono Effendi dan Yohannes warga Desa Toto Makmur, Kec. Batuputih, Tulangbawang Barat (Tubaba) telah dipulangkan ke Lampung, Rabu (27/1). Melalui Bandara Raden Inten II Lampung.

Pantauan radarlampung.co.id, kedua jenazah tiba di Bandara Raden Inten II sekitar pukul 07.45 WIB. Dengan dijemput dua ambulan dari pihak Rapi Peduli. Terlihat juga, keluarga korban ikut menjemput kedua jenazah.

Azis Abdul (23) adik ipar dari almarhum Sugiono Effendi mengatakan, pihak keluarga merasa lega ketika diinformasikan bahwa jenazah kakak iparnya itu berhasil diidentifikasi.

“Yang pasti keluarga lega. Pun bercampur sedih tentunya atas berhasil ditemukannya kakak kami ini,” katanya.

Menurutnya, istri almarhum tidak bisa ikut menjemput jenazah dari Sugiono Effendi. Dikarenakan hingga saat ini masih trauma. “Istrinya sampai sekarang masih sedih. Kadang masih sering pingsan,” kata dia.

“Ketika mendapat informasi pesawat yang ditumpangi almarhum jatuh, di situ keluarga bimbang. Juga sedih. Almarhum sendiri masih mempunyai anak satu. Yang kini duduk di bangku sekolah kelas 2,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, keluarga dari istrinya tak ada firasat apapun atas kepergian almarhum Sugiono Effendi. “Karena memang sebelum berangkat juga enggak ada firasat apa-apa,” jelasnya.

Almarhum Sugiono Effendi memang sudah 6 bulan ini bekerja di Kalimantan Barat. Dan dia pulang ke Lampung untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit. “Di kampung (Toto Makmur) almarhum ini mengajak kedua temannya: Pipit Piyono dan Yohannes untuk ikut merantau bekerja,” ujarnya.

Memang, lanjut dia, ketiga korban ini merupakan satu kampung dan teman dari semasa masih anak-anak dulu. “Istilahnya teman bermain lah,” ucapnya.

Direncanakan jenazah almarhum Sugiono Effendi akan dimakamkan di kampung halamannya: Toto Makmur. “Tempat pemakamannya nanti tidak satu komplek dengan almarhum Pipit dan Yohannes,” ungkapnya.

Senada dikatakan paman dari almarhum Yohannes. Yakni Selamet (55), yang juga mengaku pihak keluarga tak mempunyai firasat apapun terkait meninggalnya almarhum Yohannes. “Dia baru sekali ini bekerja di sana (Kalimantan Barat). Itu juga diajak oleh Sugiono Effendi. Sebelumnya kerja sebagai petani di kampung,” katanya.

Almarhum Yohannes sendiri pun baru mempunyai anak yang masih berumur 2 tahun. “Istrinya sangat terpukul atas kepergian almarhum,” kata dia.

Direncanakan, lanjut dia, jenazah almarhum Yohannes akan dimakamkan satu komplek dengan jenazah Pipit Piyono di Desa Toto Makmur. “Nanti akan dimakamkan di SP 4 D dekat jenazah almarhum Pipit,” ungkapnya. (ang/sur)


Komentar

Rekomendasi