oleh

Longsor Citra Land, Ini Analisa dan Rekomendasi Akademisi UBL

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Bandarlampung (UBL), Hery Riyanto, M.T., dan Ir. Tjetjeng Sofjan, M.T., yang tergabung dalam Tim Ahli Bangunan Gedung (TAGB) Bandarlampung, melakukan analisa pada peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Selasa (26/1) di Perumahan Citra Land Bandarlampung.

Hery Riyanto menjelaskan, Memasuki musim hujan di bulan Desember-Januari, beberapa daerah memungkinkan dilanda banjir dan longsor. Banjir dan longsor tidak terjadi begitu saja, tapi didukung oleh berbagai faktor.

“Dari hasil analisa kami, penyebab peristiwa longsor di Citra Land tidak hanya dikarenakan faktor hujan saja, tetapi terdapat beberapa faktor lain yaitu teknik penimbunan tanah tidak melalui kajian dan kaidah teknis, kemiringan timbunan tidak memperhitungkan kestabilan lereng, serta pengaman timbunan yang dibuat juga tidak mencapai tanah asli,” papar Hery Riyanto ketika dihubungi secara daring, Kamis (28/1).

Menurutnya, pada teknik penimbunan tanah disekitar rumah longsor tersebut, ditemukan bahwa antara pertemuan tanah asli dan timbunan, tidak dibuat bertingkat. Hal ini menjadi bidang gelincir yang akan menimbulkan pergerakan tanah (longsor) jika air tanah meningkat karena hujan.

Lalu, sudut kemiringan lereng seharusnya dihitung dengan menggunakan data kohesi tanah, serta adanya pengaman timbunan yang dibuat tidak mencapai tanah asli. Sehingga pada saat longsor, semua struktur penahan timbunan ikut terbawa longsor.

“Kunjungan ini juga menghasilkan data terkait peristiwa longsor. Terdapat dua unit bangunan 2 lantai yang runtuh terbawa longsor di Perumahan Citra Land. Longsor bangunan itu, 2 jam sebelumnya didahului oleh longsornya jalan depan rumah. Kedua bangunan dan jalan tersebut berdiri diatas tanah timbunan pada lereng yang mempunyai kemiringan yang curam,” bebernya.

Tak hanya melakukan analisa, TAGB juga memberikan rekomendasi penanganan dan pencegahan peristiwa longsor berulang. “Beberapa rekomendasi pencegahan yang kami berikan, pertama perlu sekali dilakukan analisa untuk bangunan lain disekitar tanah longsor dan daerah lain pada Perumahan Citra Land yang bangunannya berdiri diatas tanah timbunan, mengenai daya dukung tanah. Lalu kedua, dapat diberikan penguatan pada bangunan sekitar longsor dan daerah lain yang rawan longsor melalui kajian teknis. Dan tentu saja yang terakhir tidak lagi dibangun perumahan pada lokasi longsor dan daerah lain yang rawan longsor,” tutup Hery. (gie/rls/yud)


Komentar

Rekomendasi