Mentan SYL Kirim 27 Unit Alsintan untuk UPJA di Subang

  • Bagikan
Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat panen raya di Trimurjo Lampung Tengah, Selasa (6/`10/2020).

RADARLAMPUNG.CO.ID- Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan 27 unit alat mesin pertanian (Alsintan) untuk Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Desa Blanakan Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar). Alsintan tersebut berupa 1 unit excavator, 1 unit combine harvester dan 25 unit hand traktor.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan saat ini, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 279 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” ujar Mentan SYL, dalam keterangan persnya kepada radarlampung.co.id, Jumat (29/1).

Baca Juga:   Airlangga: Ramadan Momentum Penempaan Pemulihan Dari Covid-19

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menegaskan jika tidak ada alasan untuk tidak melakukan tanam. Menurutnya, pertanian itu sifatnya sustainable. Kalau tidak ada yang beli, bisa disimpan dulu.

“Karena bisa kita jual nanti atau untuk konsumsi sendiri. Yang penting simpan yang benar. Jadi tidak alasan tidak tanam. Kita punya alsintan, manfaatkan. Irigasi di Subang juga sudah bagus, tapi harus diperlebar lagi agar produktivitas meningkat,” kata SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, apabila alsintan bisa dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan.

Baca Juga:   Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Transformasi Digital

“Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah,” kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

“Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per ha. Sehingga, penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien,” tuturnya.

Baca Juga:   BNPP Luncurkan Pameran Virtual Komoditas Derah Perbatasan

Bupati Subang Ruhimat berharap, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan pertanian. Sekaligus untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, dan menggali potensi sumberdaya alam lainnya. ”Excavator ini untuk normalisasi saluran, embung, pelebaran saluran irigasi di kawasan Pantura Subang,” terang Bupati Ruhimat.

Bupati Ruhimat mengungkapkan, atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Subang, menghaturkan terima kasih kepada kementerian pertanian atas bantuan yang diberikan. “Tentunya akan sangat membantu dalam meningkatkan hasil pertanian,” tambahnya. (rls/wdi)



  • Bagikan



Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…