Sembilan Kelompok Alami Inflasi

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Di awal tahun 2021, pada Januari, Lampung mengalami inflasi sebesar 0,76 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 2,13 persen.

Kepala BPS9 Lampung Faizal Anwar mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditi di dua kota, yaitu Bandarlampung dan Metro secara umum juga mengalami peningkatan.

Faizal menjelaskan, dari sebelas kelompok pengeluaran, sembilan kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,13 persen, kelompok pendidikan 1,36 persen, kelompok kesehatan 0,64 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,57 persen.

Baca Juga:   Lagi, Olah Raga Sore Meriahkan Bazar Tanaman Hias Radar Lampung

Lalu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,08 persen, kelompok transportasi 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,07 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,05 persen.

“Sementara, dua kelompok lain, kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar; dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga relatif stabil,” ujarnya.

Baca Juga:   MIL Dapat Deteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan menuturkan, inflasi yang lebih tinggi pada periode Januari 2021 ini tertahan oleh deflasi yang terjadi pada sebagian komoditas diantaranya telur ayam, angkutan udara, petai, daging ayam ras dan bawang merah. Penurunan telur ayam dan daging ayam terjadi seiring dengan mulai stabilnya pasokan dari produsen dan normalisasi permintaan pasca periode Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga:   Emersia Hotel Akan Sajikan Menu Timur Tengah untuk Berbuka Puasa

“Tarif angkutan udara juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh normalisasi harga pasca libur panjang akhir tahun. Di sisi lain, peningkatkan pasokan turut mendorong penurunan harga komoditas petai. Sementara itu, komoditas bawang merah mengalami penurunan disebabkan mulai masuknya pasokan dari sentra produksi di Pulau Jawa,” jelasnya.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memandang bahwa inflasi akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1 persen. (rur/rls/sur)



  • Bagikan



Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…