Sampah Medis Masuk TPA Bakung, Ini Kata Manajemen RS Urip Sumoharjo

  • Bagikan
Botol infus yang ditemukan di TPA Bakung. Foto Wahyu Setiawan/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Adanya sampah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, membuat manajemen RS Urip Sumoharjo (RSUS) bersuara. (baca : https://radarlampung.co.id/2021/02/15/duh-sampah-medis-masuk-tpa-bakung/)

Kabag umum RS Urip Sumoharjo Lia Amelia menegaskan RSUS hanya mengumpulkan sampah atau limbah di tempat pengumpulan di lingkungan Rumah Sakit. Namun, untuk pengangkutan dan pemusnahan limbah itu, sudah dilakukan oleh pihak ketiga. Baik untuk limbah domestik (non-medis), maupun limbah medis.

“Kalau untuk limbah domestik kami bekerjasama dengan Pemkot Bandarlampung. Sedangkan untuk limbah medis termasuk pengangkutan limbahnya dengan PT Bima Putra Buana. Kemudian untuk pengelolaan limbah dilakukan oleh PT PLID di Bogor dan PT Tenang Jaya Sejahtera di Jakarta,” ungkapnya.

Baca Juga:   Diteror Surat Kaleng, Begini Tanggapan PLN

Menurutnya, untuk pengumpulan limbah medis, dilakukan di belakang rumah sakit. Limbah medis tersebut dikumpulkan dari ruang rawat inap yang ada. Limbah medis tersebut juga dikumpulkan secara terpisah dengan limbah non-medis untuk mengurangi resiko tercampur.

“Tapi, yang saya herankan, TPA Bakung kan merupakan tempat pembuang akhir dari sejumlah tempat. Kenapa RS Urip Sumoharjo saja yang disorot,” katanya

Baca Juga:   Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Ir. Sutami, Polda Lampung Sita Rp10 M

Di samping itu, botol infus yang ditemukan di tempat pembuangan tersebut tidak termasuk dalam kategori limbah medis. Hal tersebut tertera di Permen LH nomor 56 tahun 2015 pasal 38, tentang tata cara pengelolaan limbah medis.

“Kalau untuk limbah medis itu merupakan limbah yang infeksius, berhubungan dengan infeksi-infeksi yang ada di pasien. Misalnya jarum suntik, jarumnya tapi ya, yang bersentuhan langsung dengan tubuh pasien,” tambahnya.

Baca Juga:   BWI, Baznas dan Kemenag Bandarlampung Launching Zakat City

Meski begitu, pihaknya secara umum berterima kasih atas perhatian semua pihak terkait pengolahan limbah medis ini. “Harapannya dengan begini, kami dari pengelolaan limbah medis secara khusus, dapat meningkatkan kembali proses pengelolaan dan pemilahan sampah,” katanya.

Sampai saat ini, sambung Lia, antara petugas yang mengangkut limbah medis dan non-medis disiapkan sendiri secara khusus. Tempatnya pun sudah dipisahkan antara plastik hitam untuk limbah non-medis dan plastik kuning untuk limbah medis. (Ega/yud)



  • Bagikan



Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…