Keberatan Bayar Uang Pengganti, Alasan Mantan Bupati Lampura Ajukan PK

  • Bagikan
Terdakwa kasus suap fee proyek Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara saat menjalani sidang dengan agenda peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kamis (18/2). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Terpidana suap fee proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kab. Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara mengikuti sidang Peninjauan Kembali (PK), di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjung Karang, Kamis (18/2).

Menurut kuasa hukum Agung, Sopian Sitepu, kliennya keberatan degan penetapan uang pengganti yang ditetapkan oleh majelis hakim. Yakni sebesar Rp77,5 miliar.

“Jadi klien kami merasa keberatan terkait uang pengganti itu. Menurut kami beban pembuktian kerugian seperti itu hanya dari saksi satu orang mahkota. Itu yang kami fokuskan,” katanya, Kamis (18/2).

Baca Juga:   Dua Tahun Diusut, Polda Lampung Setop Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiq Ibnugroho pun telah mengikuti terkait sidang PK yang diajukan oleh Agung. “Tadi sudah didengarkan mengenai permohonan PK nya. Untuk itu kami masih mempelajarinya terlebih dahulu,” katanya.

Untuk itu, pada pekan depan pihaknya akan mendengarkan terlebih dahulu mengenai poin-poin pengajuan PK yang akan dibacakan oleh kuasa hukum Agung. “Kita akan mengikuti dahulu (PK) nya,” pungkasnya.

Baca Juga:   Terkait Kasus Benih Jagung, Kejati Beri Imbauan ke Petani

Diketahui, Agung Ilmu Mangkunegara divonis 7 tahun penjara oleh majelis hakim. Selain itu Agung diharuskan membayar denda Rp 750 juta subsider 8 bulan kurungan. Agung juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp77,5 miliar.   (ang/wdi)



  • Bagikan



Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…