oleh

JPU KPK Masih Fokus Gali Penerimaan Ijon Proyek

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sidang perkara suap fee proyek di Dinas Bina Marga Lampung Tengah (Lamteng), atas terdakwa mantan Bupati Lamteng Mustafa masih terus bergulir.

Dalam persidangan Kamis (18/2) saksi Indra Erlangga Kamis (18/2) membeber aliran dana fee proyek mengalir ke sejumlah orang. Salah satunya ke ajudan pribadi Nessy Kalvia, istri Mustafa.

Terkait hal ini, JPU KPK RI Taufiq Ibnugroho menjelaskan, nama Nessy dicatat oleh Indra Erlangga menerima sejumlah uang bersama sejumlah orang dekat Mustafa lainnya. “Ya itu kan istri dari Mustafa memang ada dalam catatan Indra Erlangga di pengeluaran-pengeluaran uang (fee),” katanya, Minggu (21/2).

Namun Menurut Taufiq, pihak JPU KPK masih akan fokus dulu dalam perkara penerimaan ijon proyek. ” Terkait dipanggil atau tidak untuk saat ini kami masih fokus di penerimaan uang dari rekanan terkait ijon,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, dalam sidang yang digelar Kamis (18/2), sebanyak empat saksi dihadirkan.

Mereka yakni Indra Erlangga PNS Dinas Bina Marga Lamteng yang pernah menjabat Sekretaris ULP. Kemudian Supranowo (PNS Dinas Bina Marga Lamteng) dan Khairul Rozikin Kasi Perencanaan Wilayah Timur dan Ilham Madjid PNS di Dinas Perkim Lamteng.

Indra dalam kesaksiannya menyatakan, pernah mencatat sejumlah pengeluaran uang fee untuk kepengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) di tahun 2017.

“Ya ada dana (fee) dikeluarkan untuk kepengurusan DAK tahun 2017. Itu penyerahannya melalui Alizar dan Jarwo. Sedangkan untuk (kepengurusan) DAK tahun 2018 diserahkan ke Idawati yang merupakan PNS di Pemkot Bandarlampung,” katanya, Kamis (18/2).

Menurut Indra, untuk kepengurusan DAK di tahun 2018 itu Pemkab Lamteng harus menyerahkan sejumlah fee sebesar Rp3,6 miliar.  “Ya sekitar Rp3,6 miliaran lah. Itu saya serahkan ke Idawati,” kata dia.

Lalu selain mengurusi pengeluaran DAK, dirinya pun pernah mengeluarkan uang fee sebesar Rp3 miliar keperluan orang dekat Mustafa. Antara lain diperuntukkan kepada istri Mustafa, Nessy Kalviya sebesar Rp300 juta. Uang itu diberikan melalui Aan yang menyerahkan ke ajudan pribadi Nessy. “Penyerahannya itu sekitar bulan September 2017,” jelasnya.

Selain itu, uang fee tersebut juga pernah mengalir untuk memperbaiki posko pemenangan Mustafa sebagai calon gubernur. “Ya ada Rp100 juta. Poskonya yang di Pahoman itu,” katanya.

Kemudian, Indra menyebut ada aliran uang Rp100 juta dan Rp750 juta untuk keperluan acara Nessy mengadakan acara dengan ormas. Tak hanya itu saja, uang fee itu pun dialokasikan untuk keperluan Dinas Bina Marga juga. “Seperti pengamanan LSM dan wartawan pun tokoh tokoh agama. Ada juga untuk mengadakan kentongan, untuk kegiatan mengejar rekor muri,” ungkapnya.(ang/wdi)

 


Komentar

Rekomendasi