oleh

Ridwan Kamil-Sandi Uno Fokus Bangkitkan Ekonomi Akibat Covid-19

RADARLAMPUNG.CO.ID–Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno moncer di survei calon presiden. Saat bertemu di Gedung Pakuan Bandung, Senin (22/2), keduanya sepakat kolaborasi namun menolak dikaitkan dengan duet pilpres 2024.

”Tidak ada yang tidak mungkin, tapi tadi kata Pak Sandi masih jauh kita fokus. Saya menyelesaikan gubernur, Pak Sandi menyukseskan Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Red). Bukan tidak mungkin, tapi tidak sekarang,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan persnya yang diterima radarlampung.co.id.

Menurutnya pertemuan dengan Sandi sama sekali tak membahas soal politik melainkan kunjungan dinas formal. ”Karena ini kunjungan dinas ya ramai orang jadi yang dibahas kedinasan tidak membahas Pilpres,” tutur Kang Emil, sapaan akrabnya.

Senada dengan Ridwan Kamil, Sandi mengatakan dirinya dan Gubernur Jabar punya tanggung jawab untuk membangkitkan ekonomi yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Kedatangannya ke Jabar untuk membicarakan kerjasama juga menindaklanjuti sejumlah kesepakatan yang pernah dibicarakan keduanya dalam pertemuan pertama di Jakarta, 19 Januari lalu.

”Pertama, bahwa KEK pariwisata Lido telah diresmikan dan pembangunan movieland salah satu infrastruktur pertama telah dimulai. Rencananya kami akan melakukan kunjungan di bulan Maret untuk memastikan progres kemajuan dari KEK pariwisata pertama di Jabar,” urainya.

Kedua, pihaknya akan membantu Ridwan Kamil bersama menambah jumlah lahan untuk dikelola petani milenial yaitu lahan di BUMN terutama yang bisa dikelola untuk menciptakan lebih dari 500 ribu lapangan kerja baru untuk anak muda.

”Jadi itu langkah kolaborasi kita dan mudah-mudahan bisa membuka lapangan kerja dan memberikan kebangkitan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Menyikapi itu, Ridwan Kamil berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan Sandiaga Uno.  Pada Menteri, pihaknya mengaku sudah menyampaikan gagasan membangun pariwisata sebagai lokomotif ekonomi (rls/wdi)


Komentar

Rekomendasi