Lamteng Belum Ada RDTR untuk Tentukan Lokasi Usaha

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID- Rencana detail tata ruang (RDTR) berguna untuk menentukan lokasi usaha. Sangat disayangkan Lampung Tengah belum memiliki RDTR.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lamteng A. Helmi menyatakan nilai investasi di Beguwai Jejamo Wawai masih memungkinkan digenjot. “Masih bisa digenjot nilai investasi di Lamteng. Setiap investor yang akan menanamkan sahamnya kita fasilitasi,” katanya.

Ditanya apakah ada kendala investor menanamkan sahamnya di Lamteng, Helmi menyatakan sebenarnya tidak ada. “Sebenarnya tak ada. Hanya Lamteng belum ada RDTR untuk menentukan lokasi usaha. Lahannya dimana. Di Lamteng baru ada rencana tata ruang wilayah (RTRW). Itu saja,” ujarnya.

Baca Juga:   Dana Desa Tahap I, Donoarum Buka Badan Jalan Usaha Tani

Terkait upaya mendukung visi-misi bupati dan wakil bupati daerah guna peningkatan investasi, Helmi menyatakan pelayanan perizinan sudah online. “Pelayanan perizinan sudah online. Pada Maret ini, kita mulai memberikan pelayanan perizinan langsung kepada masyarakat di setiap kecamatan dan pasar-pasar,” ungkapnya.

Untuk pelayanan mobile, kata Helmi, program ini sudah disusun. “Sudah kita susun dan rencanakan. Namun untuk kendaraan mobile sekarang ini belum ada. Baru kita akan usulkan di angggaran perubahan nanti,” tegasnya.

Baca Juga:   SMAN 1 Kotagajah Deklarasi SRA

Diketahui, nilai investasi di Lamteng terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari 2015-2020, investasi di Lamteng sudah mencapai Rp13.580.010.671.158.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamteng A. Helmi menyatakan nilai investasi di Beguai Jejamo Wawai hingga 2020 mencapai Rp13.580.010.671.158. “Investasi ini diperoleh dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp3.162.088.499.000 dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp10.417.922.182.158,” katanya.

Baca Juga:   Korban Dicabuli Tiga Kali Seminggu

Bukan hanya nilai investasi yang meningkat. Menurut A. Helmi, jumlah perusahaan juga terus bertambah. “Banyak yang melirik Lamteng sebagai tempat usaha. Sudah banyak pengusaha yang menginvestasikan modalnya di Lamteng. Sampai sekarang sudah ada 195 perusahaan. Rinciannya PMA ada 32 dan PMDM ada 163,” ujarnya.

Jumlah tenaga kerja, kata Helmi, mencapai 36.221. “Rinciannya tenaga kerja Indonesia sebanyak 36.120 dan tenaga kerja asing sebanyak 101,” ungkapnya. (sya/wdi)



  • Bagikan



Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…