Satgas Halau Kawanan Gajah di Talang Lokasi

  • Bagikan
Satgas Penanganan Konflik Gajah melakukan pemantauan dan penghalauan kawana gajah di Talang Lokasi Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh. Foto Doc Camat Suoh

Radarlampung.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Konflik Gajah Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, yang terdiri Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BB-TNBBS) Bidang Wilayah II Liwa Resort Suoh, unsur aparatur pemerintahan kecamatan, pekon dan masyarakat melakukan pemantauan dan penghalauan kawanan gajah di Talang Lokasi Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh, Minggu (7/3).

Penghalauan kawanan gajah berjumlah sekitar 12 ekor yang telah merusak puluhan rumah warga penggarap tersebut, diikuti Anggota DPRD Lambar Dapil V Sugeng Hari Kinaryo Adi, Camat Suoh Mandala Harto, Kepala BB-TNBBS Bidang Wilayah II Liwa Resort Suoh Sulki, TNI, Polri, serta sejumlah masyarakat dan juga mahout (pawang gajah).

Camat Suoh Mandala Harto melalui sambungan phonselnya mengungkapkan, Satgas melakukan pemantauan untuk selanjutnya dilakukan upaya penggiringan dengan dipandu oleh Mahout dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga upaya yang dilakukan bisa membuahkan hasil yang optimal.

Baca Juga:   Tertangkap di Lahat, Maling Motor di Tempat Pesta Ditembak

“Kami berharap dengan penggiringan yang akan dilakukan nantinya, kawanan gajah tersebut bisa menjauh masuk ke dalam hutan rimba, karena tentunya dengan adanya konflik ini telah berdampak besar terhadap besar terhadap perekonomian masyarakat, ” ungkap Mandala.

Dijelaskan, kawanan gajah yang salah satunya terpasnag GPS Collar bernama Bunga tersebut masih berputar-putar di daerah itu, dan masih enggan menjauh bahkan kerap kembali ke rumah-rumah warga penggarap yang beberapa waktu sebelumnya dirusak.

Baca Juga:   Tunggangi Trail, Tujuh Dandim Patroli Wilayah di Lambar

”Semua rumah warga dirusak. Yang terakhir itu ada 13 rumah, tapi yang sebelumnya itu banyak. Bahkan saat ini tidak ada rumah yang tidak dirusak gajah di Talang Lokasi. Yang pada tahun-tahun sebelumnya aman, kini juga didatangi kawanan gajah dan dirusak,” kata Mandala.

Menurutnya, masyarakat adalah mengungsi un-tuk sementara waktu di tempat yang lebih aman atau menumpang di tempat sanak family untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sembari menunggu adanya upaya konkrit dari pihak terkait dalam menyelesaikan permasalahan konflik gajah dan manusia tersebut.

Baca Juga:   Pemenggal Ayah Kandung Tewas Gantung Diri di Sel

“Sebenarnya persoalan gajah tersebut sudah terjadi bertahun-tahun dan hingga kini belum ada solusi, karena laha garapan warga itu memang jalur perlintasan gajah. Sementara harapan warga agar kawanan gajah tersebut bisa direlokasi ke tempat yang jauh dari lahan garapan warga belum juga terwujud, karena itu kami sangat mengharapkan ini menjadi persoalan yang bisa dibahas serius untuk menemukan solusi agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman, serta keberadaan satwa tersebut bisa tetap terjaga,” imbuhnya. (nop/wdi)



  • Bagikan



Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…