22 Ribu Guru di Lampung Telah Divaksinasi

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO WWW.HEALTH.GOV.FJ

radarlampung.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya mendorong vaksinasi untuk siswa dan tenaga pendidik (tendik) di Lampung. Mengingat proses petermuan tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah sudah dimulai.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Tommy Efra Handarta mengatakan, berdasarkan data dapodik ada sebanyak 29.244 guru di bidang pendidikan menengah (dikmen) yang terdaftar untuk mendapatkan vaksinasi.


Kata Tommy, dari jumlah tersebut, sudah ada 78 persen atau sekitar 22 ribu guru yang mendapatkan vaksin dosis satu dan sebanyak 64 persen atau sekitar 18 ribu guru yang mendapatkan vaksin dosis kedua.

“Dari total 29 ribuan guru bidang dikmen se provinsi Lampung, sekitar 78 persen sudah divaksin (dosis, red) pertama dan 64 persen untuk vaksin kedua,” kata dia.

Baca Juga:   Ratusan Warga di Waytuba Ikut Vaksin

Di samping itu, selama masa pandemi covid-19 ini, sekolah-sekolah juga mempunya standard operating procedure (SOP) yang harus dijalankan.

Salah satunya, yakni jika ada siswa yang terkonfirmasi positif covid-19, maka sekolah tersebut harus ditutup selama 3 hari. “Minimal, sekolah itu harus dihentikan selama 3 hari dan kalau memungkinkan, tentunya akan dilaksanakan swab,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan, pihaknya juga telah meminta kepada jajaranya untuk memastikan PTM harus berjalan dengan baik.

Terlebih, saat ini kuota vaksin masih terbatas. Sementara ini, jumlah vaksin yang didistribusikan oleh Pemerintah Pusat baru sekitar 2,1 juta dosis dari kebutuhan sekitar 14 juta dosis.

Di samping itu, kata dia, sebelumnya pihaknya telah mengalokasikan vaksin untuk tenaga pendidik (tendik) dan siswa ke masing-masing kabupaten/kota. Namun, vaksin tersebut masih terpakai untuk umum.

Baca Juga:   Penetapan UMP, Disnaker Lampung Tunggu SE Menaker

Itu lantaran belum adanya alokasi vaksin yang dikhususkan untuk tenaga pendidik dan siswa. ”Jadi ada situasi ketika vaksin didistribusikan ke kabupaten/kota sekian untuk tendik, tetapi dipakai lagi oleh umum dan ini terjadi juga di (lakasi vaksin, red) siswa,” paparnya.

Meski begitu, sambung dia, pihaknya telah berkoodinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan teknis pemberian vaksin untuk siswa SMA/SMK/SLB.

Dia juga mengatakan, pemprov Lampung akan mengawal langsung dan memaksimalkan pemberian vaksin untuk siswa. Terlebih karena PTM sudah berjalan.

“Meskipun SKB (surat keputusan bersama, red) 4 Materi, yang wajib divaksin adalah guru dan tendik namun siswa juga kita dorong agar tervaksin secara maksimal,” katanya. (Ega/yud)




  • Bagikan