Angkat Berat Tambah Pasokan Medali Emas ke-9 Lampung

  • Bagikan
Atlet angkat berat Lampung, Aryanto Viki saat melakukan angkatan squat di PON XX Papua. Ia berhasil meraih medali emas. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id
Atlet angkat berat Lampung, Aryanto Viki saat melakukan angkatan squat di PON XX Papua. Ia berhasil meraih medali emas. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Lampung kembali mendapat tambahan medali emas kesembilan di ajang PON XX Papua. Emas kesembilan Lampung didapat dari cabang olahraga (cabor) angkat berat.

Emas didapat dari Aryanto Viki yang turun di kelas 66 kilogram (Kg) dalam pertandingan di auditorium Universitas Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Senin (11/10). Total, ia mengangkat 767.5 Kg.


Sebelum memastikan kemenangan, ia melakukan angkatan dead lift kedua dengan angkatan 282,5 Kg. Setelah angkatannya dinyatakan melebihi dari para pesaingnya, ia kemudian dinyatakan menang dan tidak melakukan angkatan dead lift ketiganya.

Viki bersaing ketat dengan lifter asal Sumatera Utara Dodo Gowasa Faebolo, Viki unggul 10 kg atas pesaingnya itu yang meraih medali perak dengan total angkatan 757.5 kg. Sedangkan medali perunggu diraih lifter Riau, Sihura Yaunarius, dengan angkatan 737.5 kg.

Sedangkan lifter Lampung lainnya, Muji Setiono yang turun di kelas 59 kg, hanya mampu meraih medali perunggu dengan total angkatan 665.0 kg. Medali emas di kelas ini menjadi milik lifter Riski Syaifahmi asal Riau, dengan total angkatan 687.5 kg. Sedangkan medali perak menjadi milik liftet Kalimantan Timur Latiful H Awang, dengan total angkatan 675.0 kg.

Baca Juga:   Apresiasi Atlet PON, Pemprov Lampung Bagi-bagi Bonus

Dari angkat berat putri, Dwi Maryana juga turut menyumbangkan medali perunggu. Ini setelah dia sukses mengangkat barbel dengan total angkatan 405.0 kg.

Medali emas menjadi milik Widari dari Kalimantan Timur total angkatan 460.0 kg, perak diraih lifter Windi Astuti dari Riau total angkatan 415.0 kg.

Anna Maria pelatih tim angkat berat Lampung mengatakan medali emas yang diraih Viki adalah pencapaian yang terbaik. “Viki sesuai dengan prestasi, yang lalu (PON tahun 2016) dia juga dapat emas,” ujar Anna ditemui setelah pertandingan.

Termasuk Muji Setiono, kata Anna, prestasinya lebih baik tahun ini dibanding pada PON 2016. “Muji ada peningkatan,” sambungnya.

Saat ini, kata Anna, kekuatan angkat berat telah merata. Terkait, Viki yang tidak melakukan angkatan dead lift ketiganya, Anna menjelaskan apabila saat itu Viki mengalami keram.

Baca Juga:   Apresiasi Atlet PON, Pemprov Lampung Bagi-bagi Bonus

“Dia ototnya sempat keram sejak di angkatan squat. Jadi lebih baik diberhentikan. Dan setelah kita lihat totalnya, dia udah bisa (juara). Makanya dihentikan,” tandasnya.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Lampung Subeno yang hadir menyaksikan pertandingan angkat berat mengatakan, masih ada cabor-cabor unggulan Lampung yang belum bertanding.

“Angkat berat masih ada enam atlet kita lagi yang akan turun. Lalu senam dan beberapa cabor yang masuk final seperti tarung derajat, tinju juga mudah-mudahan bisa mendapatkan medali emas untuk Lampung,” tandasnya.(nca/sur)




  • Bagikan