33 Tersus Sudah Kantongi SOCPF

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Panjang wajib miliki Statement Of Compliance of A Port Facility (SOCPF). Informasi tersebut disampaikan Yayat Sudrajat Tenaga Ahli ISPS Code RSO Pertamina Trans Kontinental (PTK), saat menjadi kegiatan Exercise ISPS Code Fire Fighting & Oil Spill Recovery Tier – 1 di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Migas Pertamina Panjang 2018, Kamis (26/4).

ISPS Code menjadi prosedur tetap langkah pengamanan tersus jika seandainya mendapat ancaman yang berpotensi mengganggu kegiatan pada tiap tersus minyak dan gas.

“Pertamina di Indonesia punya 131 pelabuhan dan terminal bahan bakar. Dari 131 itu ada 33 terminal khusus (tersus) minyak dan gas dan sudah disinggahi oleh kapal-kapal asing. Pertamina Panjang termasuk 33 tersus itu. Dan, dari setiap tersus wajib memiliki SOCPF yang dipraktikkan lewat ISPS Code,” kata Yayat.

Baca Juga:   LPL Kekeh Lanjutkan Pembangunan Mal, DPRD: Harus Ada MoU Penanganan Dampak Lingkungan!

SOCPF ini secara internasional sudah diberlakukan sejak 2004. Untuk TBBM Panjang diterapkan pada 2011 karena pada tahun itu TBBM Panjang disinggahi kapal-kapal tanker internasional.

Simulasi ISPS Code merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pelabuhan untuk memperoleh SOCPR yang dikeluarkan oleh International of Maritim Organization (IMO) lewat Dirjen Departemen Perhubungan Laut (Dephubla).

“Jika ISPS Code ini tidak dilakukan maka sertifikat SOCPF akan dicabut dan masuk blacklist dari PBB.  Konsekuensi pencabutan itu berarti kapal-kapal asing pengangkut minyak tidak boleh sandar di pelabuhan manapun di Indonesia karena dianggap tidak aman. Kalau kapal tidak mau sandar atau masuk, efeknya bisa secara nasional bahkan internasional karena pasokan minyak sedikit,” paparnya. (ynk/ynk)





  • Bagikan