352 Siswa SMA Al Kautsar Ikut Sanlat Ramadhan Online

  • Bagikan
Kepala SMA Al Kautsar Eko Anzair memberikan sambutan dalam pembukaan Sanlat Ramadhan. Foto dok SMA Al Kautsar

RADARLAMPUNG.CO.ID-SMA Al Kautsar menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan online bagi 352 siswa kelas X selama empat hari, mulai Selasa (27/4) hingga Jumat (30/4). Sanlat Ramadhan tahun ajaran 2020/2021 ini bertema Sanlat Ramadhan Membentuk Generasi yang Bertakwa dan Berprestasi di masa pandemi.

Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair mengatakan Pesantren Kilat Ramadhan merupakan ciri khas Sekolah Al Kautsar yang memiliki visi Unggul, Islami, dan Global.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa melaksanakan pesantren kilat secara daring. Covid-19 telah berlangsung selama satu tahun, ini berdampak pada banyak kehidupan, termasuk di dunia pendidikan sehingga kita melaksanakan pembelajaran jarak jauh menggunakan berbagai aplikasi teknologi informasi,” ujar Eko saat menyampaikan sambutan via Zoom, Selasa (27/4).

Eko menjelaskan, pesantren kilat Ramadhan bertujuan menanamkan nilai-nilai keIslaman kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bentuk ibadah, muamalah.

“Sanlat Ramadhan menyiapkan siswa-siswa Al Kautsar agar istiqomah melaksanakan perintah Allah dan Rasul, serta memahami cara berakhlak yang benar kepada orangtua, guru, dan sesama,” tutur Eko.

Beberapa materi yang disampaikan dalam Sanlat adalah mengenal Allah yang satu, cara bersuci dari hadast besar dan kecil, dosa-dosa besar, larangan meninggalkan shalat, perintah mengajak makruf mencegah mungkar, larangan sombong dan angkuh, adab berdoa, keutamaan shalat tahajud, akhlak anak kepada orangtua, tadabur ayat quliyah dan qauniyah, memahami hidup, menghapal surah Al-Kahfi dan surah Al-Furqon, kisah inspiratif dan teladan dari para sahabat nabi.

Baca Juga:   Itera Siapkan PTM Metode Hybrid Learning

Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso. Dia menyampaikan Pesantren Kilat Ramadha memberikan dasar-dasar bagaimana beribadah yang benar, termasuk cara shalat, cara membaca Alquran, dan membangun akhlakul karimah.

“Nanti akan ada tes membaca Alquran pada semua peserta dan akan dilakukan pembinaan berdasarkan kemampuan siswa,” ujar Wagiso.

Sebab, lanjut Wagiso, kemampuan siswa-siswa baru SMA Al Kautsar beragam. Ada yang lulusan SDIT dengan kemampuan membaca Alquran yang sudah baik dan hapalan hingga 5 juz, tapi juga ada yang hapalan dan kemampuan membaca Alqurannya masih biasa saja.

“Nanti juga akan ada pengayaan khusus bagi siswa, kalau yang tadinya hapal 1-2 juz, maka setelah lulus SMA Al Kautsar nanti bisa hapal 3 juz,” tutur Wagiso.

Baca Juga:   UTI Kirim 60 Mahasiswa Ikut Program Kampus Mengajar

Menurut dia, Pesantren Kilat tidak hanya memasuki ajaran tahun baru ini, tapi nanti juga akan berlanjut pada kelas XI, dan kelas XII akan ada Pesantren Kilat lagi.

Diakhir sambutannya, Wagiso menyampaikan terimakasih kepada guru dan panitia pelaksana kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan.

“Terimakasih kepada bapak ibu panitia yang telah menpersiapkan dan melaksanakan Pesantren Kilat Ramadhan ini, semoga ini berjalan baik dan lancar. Nanti kita bisa evaluasi jika ada kekurangan, maka tahun depan bisa diperbaiki lagi,” kata Wagiso.

Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Edison. Dia mengatakan, Allah SWT menurunkan bulan puasa Ramadhan untuk kepentingan dan kebutuhan manusia. Allah memberikan bulan ampunan dan bulan rahmat untuk mengampuni dosa-dosa manusia di masa yang lalu.

“Tidaklah Allah mewajibkan sesuatu selain untuk kebaikan manusia. Jadi yang butuh bulan Ramadhan ini adalah kita, manusia, karena kita ini punya banyak dosa maka Allah turunkan bulan Ramadhan untuk membersihkan dosa-dosa kita, lalu apakah bulan Ramadhan ini mau kita sia-siakan begitu saja?” katanya. (rma/rls/wdi)




  • Bagikan