520 Mahasiswa Penerima KIP UIN RIL Diminta Selesai Kuliah Tepat Waktu

  • Bagikan
Wakil Rektor III Prof. Wan Jamaluddin, Ph.D, sumber foto Website UIN RIL Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Sebanyak 520 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mendapatkan pembinaan yang digelar dalam zoom meeting Selasa (16/2). Wakil Rektor (WR) III Prof Wan Jamaluddin, PhD ingatkan untuk terus menjaga prestasi dan menjalani kuliah tepat waktu.

“Saya tidak ingin ada yang telat atau tidak selesai dalam proses studi. Saya juga berharap adik-adik mahasisa mendapat IP (Indeks Prestasi) yang baik, tidak ada yang mendapat di bawah 3,00. Kalo ada yang di bawah 3, ini akan menjadi evaluasi,” ujar Prof Wan.


Selain itu, mahasiswa juga diminta untuk terus mengembangkan softskill, diantaranya melalui organisasi kemahasiswaan. Karena menurut Prof Jamal, UIN RIL memiliki banyak sekali organisasi kemahasiswaan yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah minat, bakat serta meraih prestasi.

Disamping itu, masih kata Prof Wan, pihaknya mengajak mahasiswa untuk dapat memanfaatkan waktu dan peluang dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, mengoptimalkan waktu sebaik mungkin merupakan kunci kesuksesan. “Tidak ada orang besar atau orang sukses yang dilahirkan begitu saja. Orang besar lahir dengan penempaan, pelatihan, pembinaan, kerja keras, dan tentunya doa,” ungkapnya.

Apalagi, yang tidak kalah penting adalah kemampuan bahasa. Era saat ini, era globalisasi, interaksi lintas bangsa menjadi sebuah keniscayaan. Dalam interaksi ini, kemampuan bahasa asing menjadi sebuah keharusan. “Maka dari itu, mari lakukan upaya kemampuan berbahasa internasional itu. Bisa dalam membentuk komunitas kecil, belajar otodidak, atau ikut kursus,” lanjutnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Biro AAKK Drs Jumari Iswadi MM menegaskan kepada penerima KIP kuliah ini harus menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab. Menurutnya, beasiswa tersebut merupakan amanah yang diberikan negara agar bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Kami mengingatkan kepada penerima beasiswa ini untuk membuat laporan akademik maupun non-akademik secara berkala. Laporan tersebut nantinya sebagai bahan evaluasi dalam hal pembinaan mahasiswa,” jelas Jumari.

Mahasiswa ini juga ditekankan untuk memahami peraturan yang berlaku sebagai penerima beasiswa, beretika yang baik, serta tidak salah dalam menggunakan atau mengelola dana beasiswa tersebut.

Sementara dalam kegiatan ini, turut serta dalam pembinaan ini Kepala Biro AAKK, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, serta Kasubag Kemahasiswaan. (rma/wdi)




  • Bagikan