557 Korban Lakalantas Meninggal Sepanjang 2019, Kerugian Materi Rp8 M

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

Radarlampung.co.id – Sebanyak 557 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Provinsi Lmpung selama Januari – Oktober 2019. Bila dikalkulasikan, jumlah kerugian materi mencapai Rp8 Miliar.

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Ditlantas Polda Lampung, jumlah korban meninggal dunia itu berasal dari 1.629 laka lantas sepanjang tahun ini.

Kasi Laka Subdit Gakum Ditlantas Polda Lampung Kompol Ruhyat mengatakan, total korban laka lantas mencapai 2919 orang. Rinciannya, 557 korban meninggal dunia, 907 luka berat, dan 1.455 luka ringan.

“Dari jumlah laka lantas tersebut, kebayakan terjadi di Lampung Tengah yang mencapai 278 peristiwa dengan korban meninggal dunia 94 orang, 215 orang luka berat, dan 132 orang luka ringan,” ungkap Ruhyat, Sabtu (2/11).

Kemudian, Lampung Selatan (Lamsel) berada di urutan kedua terbanyak dengan jumlah laka lantas 251 laka. Aklibatnya, 98 orang meninggal dunia, 164 luka berat, dan 216 luka ringan.

Sedangkan jumlah laka lantas di Kota Bandarlampung terdata 219 laka lantas, dengan 60 korban meninggal dunia, 42 luka berat, dan 187 luka ringan.

Belum lagi  jumlah laka lantas di kabupaten lainnya yaitu, Lampung Utara (171 laka lantas, 47 korban meninggal dunia, 114 luka berat, dan 191 luka ringan), Metro (62 laka lantas, 14 meninggal dunia, 5 luka berat, dan 106 luka ringan), Lampung Barat (68 laka lantas, 39 orang meninggal dunia, 14 luka berat, dan 45 luka ringan).

Dilanjutkan Tulang Bawang (80 laka lantas, 27 meninggal dunia, 10 luka berat, 103 luka ringan), Tanggamus (198 laka lantas, 58 meninggal dunia, 112 luka berat, 220 luka ringan), Lampung Timur (140 laka lantas, 39 meninggal dunia, 100 luka berat, 110 luka ringan).

Kemudian Way Kanan (84 laka lantas, 37 meninggal dunia, 80 luka berat, 92 luka ringan), Mesuji (25 laka lantas, 14 meninggal dunia, 13 luka berat, 15 luka ringan) , dan Pesawaran (51 laka lantas, 24 meninggal dunia, 38 luka berat, dan 38 luka ringan).

“Adapun korban yang tercatat masif yaitu di Way Kanan, antara Bus Rosalia Indah dengan truk, jumlah korban meninggal sebanyak 8 orang.  di Jalan Tol Sumatra di Desa Candimas Natar, 4 orang dari satu keluarga meninggal dunia. Dan truk dengan mobil pick up di Jalinpantim 6 orang tewas seketika,” tandasnya.

Sementara itu, semenjak dibuka Jalan Tol Trans Sumatera sendiri telah menelan korban kecelakaan lalu lintas sebanyak 33 orang meninggal dunia. Itu terhitung sejak Juni 2018 hingga Oktober 2019 tercatat  54 kasus di ruas jalan tol Bakauheni-Simpang Pematang.

Untuk ruas tol Bakauheni-Tegineneng (wilayah Polres Lampung Selatan) tercatat total 45 kasus laka lantas dengan korban meninggal dunia sebanyak 25 orang, luka berat 41 orang, dan luka ringan 47 orang.

Di Tol Tegineneng-Terbanggi Besar (wilayah Polres Pesawaran), terjadi dua kasus laka lantas dengan korban meninggal sebanyak 2 orang, 2 luka berat, dan 4 korban luka ringan.

Lalu pada ruas tol Terbanggi Besar – Menggala (wilayah Polres Lampung Tengah) terjadi lima kasus dengan 5 orang meninggal, 5 orang luka berat, dan 4 orang luka ringan.

Sedangkan pada ruas tol Menggala – Simpang Pematang (wilayah Polres Tulang Bawang) terjadi 2 kasus laka lantas dengan korban meninggal, dan 7 orang luka ringan.

“Jumlah total kerugian materi mencapai Rp 2 miliar. Kasus terakhir adalah laka lantas di tol Natar yang menewaskan empat orang dalam satu keluarga karena terbakar dalam mobil, yang didominasi penyebab kecelakaan karena kelalaian pengguna lalu lintas,” pungkasnya.(Mel/kyd)


Baca Juga:   Perkara Korupsi DAK Tuba, Saksi Sebut Diperintah Pungut 12,5 Persen dari Sekolah


  • Bagikan