672 Pencaker Ikut Pelatihaan Berbasis Kopetensi Disnaker Lampung

  • Bagikan
Pembukaan Pelatihan Berbasis Kopetensi tahun 2021 Disnaker Lampung, Senin (8/3). FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lampung kembali menggelar Pelatihan Berbasis Kopetensi Tahun 2021 bersama UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) se-Lampung. Pembukaan dilaksanakan pada Senin (8/3) di Aula BLK Bandarlampung.

Kepala Disnaker Lampung Agus Nompitu mengatakan, pelatihan berbasis kopetensi ini merupakan program kerja dinasnya melibatkan empat BLK, yaitu BLK Bandarlampung, BLK Kalianda, BLK Metro, dan BLK Kota Bumi.


Total peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 672 peserta atau Pencari Kerja (Pencaker) dari empat BLK tersebut. “Kalau yang hadir saat pembukaan hanya perwakilan saja karena lagi pandemi Covid-19. Kalau kumpul semua tentu kita tidak sesuai Protokol Kesehatan (Prokes),” ujarnya, Senin (8/3).

Baca Juga:   23.027 Siswa SMA/SMK/SLB di Lampung Sudah Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Adapun kata Agus, tujuan pelatihan berbasis kopetensi ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbasis kopetensi. Sehingga diharapkan peserta yang lolos untuk mengikuti pelatihaan ini dapat mengikutinya dengan sebaik mungkin.

“Keseluruhan rangkaian pelatihan dilaksanakan di masing-masing BLK. Mereka ikuti dengan baik seluruh pelatihanan-pelatihan yang semuannya berbasis kemampuan teknis dan pokasi. Sehingga kita harapkan kedepan mereka bisa terserap pada pasar kerja. Paling tidak menjadi wirausaha mandiri, karena telah memiliki bekal kemampuan dan keterampilan,” jelasnya.

Untuk jenis pelatihannya sendiri, dijelaskan mantan Kelala Dinas Koperasi dan UMKM itu ada banyak. Seperti pelatihan elektronik, tata rias kecantikan, kemampuan las, kelistrikan, menjahit, komputer, dan lainnya. “Untuk lama waktu pelatihannya tergantung jenis keterampilan. Ada satu bulan, dua bulan, dan tiga bulan,” ujarnya.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Beri Perhatian Lebih Vaksinasi Lampung dan Sumbar

Ditambahkan Agus, pasca pelatihan, pihaknya akan memantau dan monitor para peserta yang sudah dilatih. Pihaknya ingin melihat sejauh mana mereka dapat terserap di dunia kerja. Dan pihaknya pun akan mengefektifkan bursa tenaga kerja.

“Ya kita monitor. Nanti prusahaan-perusahaan yang membutuhkan akan sesuai dengan kualifikasi dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka yang telah kami latih. Tentu akan kita dorong dan distribusikan pada lapangan kerja dan pasar kerja yang membutuhkan,” terangnya. (pip/sur)




  • Bagikan