Bujuk Jual Ponsel Curian, Oknum PNS Disidang

  • Bagikan
Rama Yuliansyah (37), oknum PNS di Kecamatan Talangpadang yang diduga terlibat pencurian ponsel saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kotaagung, Rabu (28/8). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Pengadilan Negeri Kotaagung menyidangkan kasus dugaan pencurian yang melibatkan Rama Yuliansyah (37), oknum PNS di Kecamatan Talangpadang, Rabu (28/8). Sidang yang dipimpin hakim tunggal Farid Zuhri berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan pemeriksaan terdakwa.

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan enam saksi. Yakni korban dr. Arif Rahman; dr. Wahid, Ferlika, Wendra, Kapolsek Talangpadang Iptu Khairul Yassin Ariga dan Hasan Basri.

Dalam sidang tersebut, Arif Rahman mengatakan, ponsel Samsung S8 Plus dan Ipad Apple miliknya hilang saat di kosan Pekon Bandingagung, Kecamatan Talangpadang. Saat itu, ia sedang belajar di ruang tamu dengan pintu sedikit terbuka.

“Saya lalu membangunkan teman saya dr. Wahid yang ada di kamar untuk menanyakan dua HP. Tapi dia tidak tahu dan saya lapor ke bapak kos. Selanjutnya ke Polsek Talangpadang,” kata Arif.

Baca Juga:   Dua Dokter dan Lima Paramedis RSUD Alimuddin Umar Tumbang

Sementara, Wendra yang menjadi terdakwa kasus pencurian (berkas terpisah) mengatakan, ia masuk ke kosan dengan cara memanjat pagar dan mengambil ponsel. Beberapa jam setelah beraksi, ia bertemu Rama. ”Dia (Rama, Red) menanyakan HP yang hilang di kontrakan dokter. Awalnya saya bantah. Tapi saat bertemu untuk ketiga kalinya, saya mengaku,” kata Wendra.

Lantas, Rama mendatangi Wendra dan mengajaknya bertemu Ferlika untuk menjual dua ponsel tersebut seharga Rp800 ribu. “Saat itu, dia (Rama, Red) ikut saya bertemu Ferlika untuk menjual kedua HP tersebut,” ujarnya.

Namun Rama membantah keterangan Wendra. Ia mengaku tidak turun dari motor saat Wendra menemui Ferlika. ”Saya juga sempat menasehati agar Rama mengembalikan HP itu kepada dokter. Sebab dokter itu tinggal di kontrakan paman saya,” ujarnya.




  • Bagikan