Terisolir, Delapan Pekon di Pematangsawa Masih Gunakan Jalur Laut

  • Bagikan
Warga delapan pekon di wilayah Barat Kecamatan Pematangsawa,Tanggamus menggunakan perahu yang menjadi satu-satunya transportasi di daerah itu. FOTO UJI MASHUDI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Warga delapan pekon di wilayah Barat Kecamatan Pematangsawa,Tanggamus menggunakan perahu yang menjadi satu-satunya transportasi di daerah itu. FOTO UJI MASHUDI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Delapan pekon di wilayah Barat Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus, masih terisolir. Hingga saat ini, belum ada akses jalan menuju wilayah tersebut.

Pekon tersebut adalah Pekon Karangbrak, Telukbrak, Wayasahan, Martanda, Kaurgading, Tirom, Tampang Muda dan Tampang Tua.

Salah seorang warga Pekon Wayasahan, Mahfud mengatakan, saat ini warga masih menggunakan jalur laut. “Sekarang masih pakai perahu. Memang belum ada akses jalan,” kata Mahfud.

Menurut dia, jika ingin menuju kantor Kecamatan Pematangsawa yang ada di Pekon Waynipah, warga harus memutar jalur. Terlebih dahulu ke Pelabuhan Kotaagung, kemudian menggunakan transportasi darat menuju ke kecamatan.

“Jadi jalurnya muter. Dari (Pekon) Tampang ke Kotaagung. Lalu ke Waynipah,” ujarnya.

Baca Juga:   Kabar Baik, Pemprov Lampung Realisasikan Dana Bagi Hasil dan Insentif Nakes

Belum adanya akses jalan juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Sebab, harga jual hasil bumi delapan pekon tersebut cukup rendah.

“Kalau mau ngeluarin hasil bumi, ya pakai perahu. Diantar ke Kotaagung. Harganya juga jauh lebih rendah. Mahal diongkos,” tukasnya.

Sementara, warga Pekon Karangberak M. Toad mengatakan, selain akses jalan, listrik juga belum masuk ke delapan pekon. Saat ini warga masih mengandalkan lampu tenaga surya untuk penerangan pada malam hari. “Bagaimana tiang listrik mau masuk, akses jalanya aja tidak ada,” sebut M. Toad.

Masih terisolirnya warga di wilayah Barat Kecamatan Pematangsawa itu dibenarkan oleh Camat Agus Somad. “Ia, memang masih terisolir. Karena belum ada jalannya. Kami saja mau monitoring dan evaluasi dana desa, harus nyebrang dulu pakai perahu,” kata Agus Somad.

Baca Juga:   Warga Raman Utara Temukan Avanza Tak Bertuan Terperosok ke Saluran Irigasi

Ia berharap, ke depan keterisoliran itu bisa dibuka. Sebagaimana harapan warga delapan pekon. “Pihak kecamatan juga sudah sampaikan ke pemkab. Mudah-mudahan pemkab dapat membuka akses jalan guna membuka keterisoliran warga di delapan pekon,” pungkasnya. (uji/ehl/ais)




  • Bagikan