88 Hari Jelang Pemilu, Seluruh Divisi KPU Diwajibkan Saling Berkoordinasi

  • Bagikan
Komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih. Foto IST
Komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih. Foto IST

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seluruh devisi pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung bersama seluruh KPU 15 kabupaten/kota diminta turut andil dalam pelaksanaan pendataan pemilih Pemilu 2019. Di mana, 88 hari kedepan Pemilu akan digelar.

Menurut Komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih, saat ini program data pemilih masih disibukan dengan pendataan pemilih tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Dalam proses pendataannya, Handi menegaskan agar melibatkan seluruh divisi di segenap jajaran KPU.

“Pendataan DPTb dan DPK itu kami minta seluruh divisi, tak hanya divisi data untuk membantu pendataan. Apalagi sekarang sudah 88 hari sebelum hari H. Maka KPU divisi data sudah menyambungkan data dengan teknis penyelenggaraan pemungutan suara,” sebut Handi melalui sambungan telefonnya Minggu (20/1).

Baca Juga:   Wakabid PAN Lampung : Tidak Ada Seremoni Pelantikan Kepengurusan

Handi mengatakan koordinasi tersebut digunakan untuk memulai menyamakan pemilih yang sudah ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan data DPTb dan DPK.

Untuk pindah memilih, kata dia, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan dalam menentukan surat suara yang akan digunakan pemilih.

“Misalnya pindah dalam 1 dapil maka bisa memenuhi semua hak suara. Kalau beda kabupaten dalam satu provinsi maka kehilangan hak suara untuk tingkat kabupaten/kota. Kalau berbeda kabupaten/kota namun berbeda dapil tingkat provinsi maka tidak dapat memilih tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Namun masih ada kesempatan memilih DPD RI dan Presiden karena tak ada dapil, jika masih di Lampung masih bisa memilih,” beber Handi.

Baca Juga:   Wakabid PAN Lampung : Tidak Ada Seremoni Pelantikan Kepengurusan

Karena keterkaitan yang cukup dalam, divisi data dan penghitungan suara berkaitan erat. Sebelum pemilihan juga berkaitan dengan logistik pemilu.

Adanya kaitan logistik mengenai surat suara dikarenakan penambahan. “Maka KPU kabupaten/kota fokus pada data, tapi kami tetap membahas pleno DPT dan DPK. Apalagi sekarang lagi perekaman Disdukcapil di Lapas. Maka progran data segera melakukan pindah memilih. Kami juga terus mensosialisasikan kelompok mana yang akan masuk dalam pindah memilih. Baik DPT, DPTb, maupun DPK,” tandasnya. (rma/sur) 




  • Bagikan