90 Persen Pasien Covid-19 di Lampung Belum Vaksin

  • Bagikan
ilustrasi dok eurowildlife.org

RADARLAMPUNG.CO.ID-Peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Lampung terjadi satu bulan belakangan. Penambahan kasus harian bahkan mencapai angka tertinggi 717 kasus.

Sebanyak 13 dari 15 kabupaten/kota di Lampung berstatus zona merah Covid-19. Artinya penyebaran virus Covid-19 tidak terkendali.


Hal ini membuat masyarakat diminta lebih meningkatkan protokol kesehatan Covid-19. Di samping, melakukan vaksinasi.

“Kalau status atau zona berdasarkan penilaian pemerintah pusat. Tapi yang pasti sekarang kita harus meningkatkan kewaspadaan kita. Di samping Pemprov Lampung juga berupaya semaksimal mungkin, termasuk memperbanyak jumlah vaksin dari pusat,” ungkap Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan yang ditemui di Kantornya, Kamis (5/8).

Qodratul menyebut, memang saat ini kendala vaksinasi yang masih rendah di Lampung karena jumlah yang minim. Maka itu dirinya berharap vaksin yang datang ke Lampung bisa segera dengan jumlah yang ditargetkan.

Baca Juga:   22 Ribu Guru di Lampung Telah Divaksinasi

Hal ini untuk mencapai herd immunity. “Ya mestinya kalau mau mencapai herd immunity paling tidak menyelesaikan vaksinasi terhadap warga ya sekitar 50 sampai 70 ribuan perhari. Jadi kalau jatah untuk lampung hanya 120 ribu ya itu hanya cukup untuk dua hari saja,” lanjutnya.

Namun Pemprov Lampung terus berupaya untuk mempercepat vaksinasi dan mendorong percepatan vaksin dari pemerintah pusat. Hal ini diharapkan dapat menurunkan angka penularan Covid-19.

“Ya karena saat ini untuk kasus yang terkonfirmasi Covid-19, 90% lebih itu memang belum di vaksin, karena itulah vaksin sangat dibutuhkan,” lanjut Qodratul.

Selain itu, dengan peningkatan kasus juga Pemprov Lampung mendorong rumah sakit rujukan untuk menambah jumlah tempat tidur. Namun, persoalannya juga penambahan tempat tdur harus diikuti ketersediaan oksigen.

Baca Juga:   Sidak CPNS, Ombudsman Lampung Tekankan Berikan Pelayanan Maksimal

“Dua hal itu yang terus kita upayakan juga sekarang. Sehingga ketersediaan oksigen harus kita pastikan berjalan lancar. kita juga sudah komunikasi dengan berbagai pihak, baik perusahaan dan provinsi yang bisa membantu,” lanjutnya.

Namun, itu semua harus diimbangi dengan penerapan protokol Kesehatan Covid-19. Sehingga angka penularan juga bisa kembali ditekan.

“Sebenarnya sederhana tinggal kita menjalankan protokol kesehatan insya allah bisa diminimalisir (penularan). Tapi kan kita lihat kesadaran kita bahkan ada yang tidak percaya ini kan masalah,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan