ABG Asal Telukpandan Korban TPPO Tiba di Lampung

  • Bagikan
Kepala Dinas PPPA Pesawaran Binarti Bintang turut hadir pada penyerahan korban ke Kepala UPTD PPA Provinsi Lampung. FOTO ISTIMEWA

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kementerian Luar Negeri bersama BP2MI, berhasil memulangkan AS (14), warga Dusun Cikoak, Desa Tanjungagung, Kecamatan Telukpandan, Pesawaran yang diduga menjadi korban trafficking, Jumat (22/1).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pesawaran Binarti Bintang mengatakan, AS merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berhasil dipulangkan dari Malaysia ke Lampung.


Anak baru gede (ABG) itu pulang bersama 57 pekerja migran Indonesia (PMI) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (21/1).

“Saat ini korban berada di Rumah Aman Dinas PPPA Provinsi Lampung untuk menjalani karantina kesehatan dan trauma healing,” kata Binarti Bintang, Sabtu (23/1).

Ssbelum tiba di Indonesia, AS sempat dirawat di Hospital Malaysia karena gangguan kesehatan penyakit TB. Meski telah dinyatakan sembuh, namun tetap dilakukan pemantauan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdoel Moeloek.

Baca Juga:   Polres Pesawaran Gelar Vaksinasi untuk Siswa Madrasah

“Termasuk asessment psikologi untuk melihat dampak trauma yang dihadapi korban,” ucapnya.

Berdasar informasi dari Kabid PHPA Dinas PPPA Lampung Erna Suud, pekan depan pihak Kedutaan Malaysia akan memulangkan satu korban, yakni SA (17). Saat ini sedang berada di shelter Kemenlu menunggu izin imigrasi.

“Tentunya Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memfasilitasi pemulangan korban. Setelah menjalani assesment kesehatan dan psikis, kita akan fasilitasi pemulangan korban kepada keluarga,” jelasnya.

Diketahui, sejak 1 Oktober 2019, AS bersama tiga orang lainnya, yakni S (17), Y (18) dan M (17) direkrut oleh agen tenaga kerja untuk bekerja di Malaysia.

Empat remaja yang berasal dari satu desa ini dijanjikan dan diiming-imingi bekerja sebagai cleaning service dengan gaji Rp3,8 juta per bulan.

Baca Juga:   Satgas Preventif Sasar Pengendara di Way Ratai

“Saat ini Subdit IV Renata Ditkrimum Polda Lampung tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga ke Batam,” ujarnya.

Binarti berharap kasus serupa dapat dicegah dengan upaya sosialisasi dan penyuluhan bahaya TPPO di tingkat desa melalui Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat. (rls/ozi/ais)

 




  • Bagikan