Adipati : Hasil Produksi Peternakan Belum Seimbang

  • Bagikan
Bupati Way Kanan Haji Raden Adipati Surya saat mengikuti pelaksanaan pelayanan puncak peternakan dan kesehatan hewan di kampung Sukabumi Kecamatan Pakuan Ratu, Rabu (20/11). Foto ist

radarlampung.co.id-Bupati Waykanan Adipati Surya angkat bicara terkait kesehatan hewan ternak. Menurut Adipati kesehatan hewan adalah bagian bagian dari kesehatan masyarakat. Dan, menjadi bagian dari perlindungan plasma nuftah sekaligus sebagai bagian dari pembangunan pertanian. Hal ini diungkapkan Adipati saat menghadiri acara puncak pelayanan terpadu peternakan dan kesehatan hewan di kampung Sukabumi Kecamatan pakuan Ratu Rabu (20/11).

Karenanya, lanjut dia, dipandang perlu adanya reorientasi wawasan pengamanan ternak dari pendekatan penyakit hewan menjadi pendekatan kesehatan hewan. Sehingga, akan berimplikasi pada keberhasilan budidaya ternak dan pencegahan penularan penyakit hewan ke manusia.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini belum seimbangnya permintaan dan hasil produksi peternakan akibat masalah mewabahnya beberapa penyakit hewan menular, seperti flu burung, rabies, penyakit mulut, kuku serta penyakit lainnya,” katanya.

Karenanya dia berharap kegiatan pelayan terpadu di Pakuan Ratu bisa jadi wadah pertemuan antara peternak sekaligus kesempatan bagi pengusaha peternakan dan agroindustri untuk melihat dan mengetahui perkembangan teknologi industri.

Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Peternakan Waykanan Maulana menambahkan pada acara tersebut juga dilakukan berbagai kegiatan. Diantaranya pelayanan inseminasi buatan dan pemeriksaan kebuntingan pada ternak sapi, pelayanan kesehatan hewan berupa pemeriksaan gangguan reproduksi, pemberian obat- obaran dan vitamin, serta sosialisasi penyakit hewan menular.

” Tahun 2019 Kegiatan UPSUS SIWAB , jika dilihat dari awal pelaksanaan th 2017 sampai dengan sekarang dapat dilaporkan bahwa kelahitan sapi 8.553 ekor. Maksudnya .Dengan pelaksanaan UPSUS SIWAB populasi terus meningkat dari th 2018 sebanyak 35.825 ekor pada th 2019 sdh tercapai 37.800 ekor dengan rata2 pertumbuhan kurang lebih 3%,” katanya. (sah/wdi)




  • Bagikan