AEKI Lampung Serahkan Nama Perusahaan Importir Kopi ke Dinas Pertanian


Radarlampung.co.id Setelah melakukan investigasi, akhirnya Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung menyerahkan tiga nama perusahaan pengimpor kopi dari Vietnam ke Dinas Pertanian provinsi Lampung.

Ketua AEKI Lampung Juprius menyebut, ketiga perusahaa pengimpor kopi tersebut yakni, PT Indra Brothers yang mengimpor kopi dari Vietnam, PT Sarimakmur Tunggal Mandiri (Vietnam) dan PT Nedcoffee Indonesia Makmur Jaya (Korea Selatan).





“Total ada tiga nama perusahaan pengimpor kopi yang kita serahkan ke Dinas Pertanian (provinsi Lampung, Red). Tapi sampai saat ini kita belum tau apakah kopi yang diimpor mereka sudah diekspor kembali atau masih ada di gudangnya,” katana kepada radarlampung.co.id, Selasa (30/7).

Juprius melanjutkan, selain menyerahkan tiga nama perusahaan tersebut ke Dinas Pertanian provinsi Lampung, AEKI Lampung juga akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar impor kopi dari luar dapat dihentikan. “Dalam artian jangan impor lagi, supaya petani kita bisa terbantu dengan harga kopi yang bagus,” tambahnya.

Selain itu, Juprius mengaku hingga kini belum dapat menggelar pertemuan dengan pihak PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Namun pihaknya akan terus mengupayakan untuk mencari tau lebih banyak lagi terkait perusahaan yang mungkin melakukan impor kopi dari luar.

“Total impor kemarin, data dari Pelindo ada 8000 ton. Untuk masalah impor kopi yang jelas kita akan terus mengkritisi, khusus yang impor ke Lampung. Karena kita pikir kopi ini ke kurangan (di Lampung, Red), tapi ternyata banjir juga oleh kopi luar,” tandasnya.

Juprius menambahkan, adanya impor kopi dari luar tersebut juga memberikan dampak turunya harga kopi di Lampung. Hingga saat ini penurunan harga diperkirakan mencapai 20 persen, atau sekitar Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram.

“Awalnya kopi kita seharga Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram, sekarang tinggal Rp17.000 sampai Rp18.000 per kilogram. Turunnya sampai 20 persen. Kalau turun terus seperti ini, kan kasihan petani kopi Lampung,” pungkasnya. (Ega/kyd)