Agung Dikejar Deadline Uang Pengganti

  • Bagikan
Terpidana suap fee proyek Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara sesaat menuju ke Lapas Rajabasa. FOTO RUTAN KELAS I BANDARLAMPUNG FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasca eksekusi, kini deatline pembayaran uang pengganti (UP) mulai mengejar Agung Ilmu Mangkunegara. Terpidana suap fee proyek Lampung Utara ini bakal gelisah menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung sebelum UP dilunasi olehnya.

Ya, selain diganjar kurungan penjara selama 7 tahun, Agung pun diwajibkan membayar UP Rp74 miliar.

Sopian Sitepu selaku Kuasa Hukum Agung menerangkan, dalam beberapa hari ini pihaknya bakal membahas upaya untuk membayar UP tersebut.

“Kami akan bicara (dengan Agung) mengenai UP itu,” katanya, Minggu (26/7).

Baca Juga:   Warga Way Hui Gugat Gubernur Lampung ke PN Kalianda

Adapun jangka waktu untuk membayar UP itu selama satu bulan. “Pak Agung dan kami sekuat tenaga dan kemampuan akan melunasi UP tersebut,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, keinginan terpidana suap fee proyek Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara, pindah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung (Rajabasa) terkabul. Proses pemindahannya terkesan sembunyi-sembunyi.

Dikawal petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandarlampung –tempat sebelumnya Agung ditahan– bupati dua periode itu tiba di Lapas Rajabasa sekitar pukul 11.30 WIB. Pada Kamis (23/7).

Baca Juga:   Jelang Pelarangan Mudik, Tiga Polda Ini Gelar Rakor

Tak hanya Agung yang dipindah. Ketiga terpidana suap fee lainnya: Syahbudin –Kadis PUPR; Wan Hendri –Kadis Perdagangan; dan Raden Syahril –paman Agung, juga dipindahkan. Tapi ke Lapas Kelas IIA Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel).

Pemindahan ketiga terdakwa itu banyak yang tak tahu. Penjelasan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Rajabasa Ngadino, pemindahan ketiganya sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga:   Tewaskan Satu Pengendara Motor, Polisi Cari Pengemudi Mobil yang Kabur

“Untuk Agung, saat sampai di sini (Lapas Rajabasa) langsung diperiksa. Sesuai standar SOP yang berlaku. Termasuk dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Sebelum itu, Agung akan menghuni kamar mapenaling terlebih dahulu. “Ini tentunya untuk mengetahui kondisi terpidana. Apakah ada keluhan kesehatan atau tidak,” jelasnya.

Agung menghuni mapenaling selama seminggu. Setelah itu Agung akan ditempatkan di Blok D Tipikor. Juga masih satu blok dengan mantan bupati lainnya yang terjerat korupsi. (ang/sur)



  • Bagikan



Kasus Covid-19 Kembali Merangkak Naik Viral Polisi Terlantar di Merak, Brigadir Agus Dijemput Pulang Polda Lampung Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta