AH Oknum Anggota Dewan Dicoret dari DPW PPP Lampung

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Lampung tidak lagi mencalonkan oknum anggota DPRD Provinsi Lampung Abdul Haris yang terlibat perkara kasus dugaan penipuan atas laporan korban Eti pemilik toko material bangunan Pasifik, di Mapolda Lampung.

Sekretaris PPP Lampung, P. Azazie STGD mengatakan, bahwa yang bersangkutan tidak lagi dicalonkan sebagai calon legeslatif dari partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Dia sudah tidak kami calonkan lagi sebagai calon legeslatif, karena kami sudah lama dengar berita itu, dan kasusnya juga bukan sama bu Eti saja tapi ada beberapa, padahal sudah kita tutupi, tapi kalau sudah laporan lebih dari satu orang sudah repot, kami juga tidak mau ada kader yang merusak citra partai,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, saat dihubungi via telepon, Kamis, (19/7).

Baca Juga:   Ratusan Nakes di Lambar Terkonfirmasi Covid-19

Azazie mengungkapkan, tahun ini rencananya terlapor akan kembali mencalonkan sebagai calon legeslatif Dapil Lampung Timur. Namun, pihaknya kembali menegaskan menolaknya.

“Dia tahun ini mau nyalon kembali sebagai legeslatif, tapi kami menolak, memang sebelum dia menyalonkan lagi sudah kami tolak. Sanksi yang kami berikan yaitu PAW dan diberhentikan. Dia hanya anggota di partai,” tegasnya.

Azazie juga menghimbau, kepada para kadernya jangan ada yang sampai terlibat perkara kasus hukum. Karena, tugas partai itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat bukan mempersulit.

“Kita seyogyanya abdi masyarakat, jadi seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat, bukan mempersulit masyarakat, saat ini PPP lagi bagus-bagusnya, tapi dengan adanya kejadian ini mencoreng partai, seharusnyakan masyarakat dibantu,” tutupnya.

Baca Juga:   Dalam Dua Hari, Delapan Pasien Covid-19 di Lambar Wafat

Sebelumnya beritakan, Seorang anggota DPRD Provinsi Lampung bernisial AH dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umun Polda Lampung. Karena, diduga menipu pemilik toko bangunan yang mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

Laporan tersebut berdasarkan nomor LP/1018/VISI/2018/SPKT, Sabtu 14 Juli 2018 atas dugaan penipuan yang dituduhkan ke AH yang berlangsung dari kurun waktu 2013 hingga 2016. (ndi)




  • Bagikan