Ahli Waris Tanah Umbul Minta Pemerintah Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa

  • Bagikan
Perwakilan ahli waris berdialog dengan pemerintah daerah meminta bantuan penyelesaian sengketa tanah. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id
Perwakilan ahli waris berdialog dengan pemerintah daerah meminta bantuan penyelesaian sengketa tanah. Foto M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Para ahli waris tanah umbul dari empat Kecamatan di Kabupaten Tulangbawang (Tuba) dan satu Kecamatan dari Lampung Tengah berharap pemerintah daerah membantu permasalahan sengketa tanah umbul dengan membentuk tim.

Hal ini disampaikan perwakilan ahli waris Syofuan Ismail saat ditemui Radarlampung.co.id usia berdialog dengan pemerintah daerah di ruang rapat Sekretaris Daerah Kantor Pemkab Tulangbawang, Rabu (12/1).



Menurut Syofuan, dari hasil pertemuan dengan pemerintah daerah, dalam waktu satu minggu kedepan Pemkab Tulangbawang akan memberikan jawaban atas permintaan para ahli waris menengahi masalah sengketa dengan pihak perusahaan.

“Kita berharap pemerintah daerah membentuk tim untuk menyelesaikan sengketa tanah umbul ini,” katanya.

Baca Juga:   Bupati Winarti Ajak PP Kolaborasi Sukseskan 25 Program BMW

Dalam kesempatan tersebut, Syofuan juga meminta kepada para ahli waris untuk menghentikan niatan menduduki lahan perusahaan. Sebab hal tersebut dapat menimbulkan masalah baru dengan aparat penegak hukum.

“Kepada para ahli waris saya minta untuk bersabar dulu. Jangan sampai menduduki lahan,” harapnya.

Diceritakannya, pada tahun 1992 silam, masyarakat pemilik tanah hanya diberikan Rp160 ribu per hektare. Kemudian pada tahun 1999 sampai 2000 dinaikan menjadi Rp850 ribu per hektare.

Itupun akibat aksi unjuk rasa yang menyebabkan terhentinya kegiatan perusahaan.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Firmansyah mengatakan, kedatangan para ahli waris adalah untuk bersilaturahmi ke kantor Pemkab Tulangbawang.

Selain itu, para ahli waris juga menyampaikan jika mereka sedang berperkara dengan pihak perusahaan terkait masalah sengketa tanah umbul.

Baca Juga:   Bupati Winarti Ajak PP Kolaborasi Sukseskan 25 Program BMW

Pada pertemuan tersebut, kata Firman, para ahli waris meminta kepada pemerintah daerah untuk membentuk tim penyelesaian masalah sengketa lahan.

“Tentu kami akan pelajari dulu dan melaporkan hasil pertemuan kepada ibu Bupati (Winarti),” ungkap mantan Kepala Dinas Kominfo Tulangbawang tersebut.

Diberitakan, ratusan warga dari empat Kecamatan di Kabupaten Tulangbawang (Tuba) dan satu Kecamatan dari Lampung Tengah menggelar aksi damai di Kantor Bupati setempat, Rabu (12/1).

Para warga yang menggelar aksi damai tersebut berasal dari Kecamatan Menggala, Gedungaji, Gedungmeneng, dan Denteteladas Kabupaten Tulangbawang. Sementara satu Kecamatan lain dari Bandar Mataram, Lampung Tengah.

Baca Juga:   Bupati Winarti Ajak PP Kolaborasi Sukseskan 25 Program BMW

Mereka merupakan ahli waris tanah umbul/lahan yang digunakan oleh PT Sugar Group Companies (SGC). Mereka menggelar aksi damai dengan menggunakan masker, membawa bendera merah putih, dan spanduk-spanduk bertuliskan tuntutan.

Saat menyampaikan orasi, terdapat beberapa permintaan atau tuntutan yang disampaikan.

Di antaranya, meminta perusahaan untuk dapat menambah pembayaran uang ganti rugi atau kompensasi yang disesuaikan harga tanah saat ini.

Selain itu, masyarakat juga meminta perusahaan untuk membayar tanah-tanah inclav, serta menyerahkan tanah rawa sepanjang aliran sungai kepada warga masyarakat untuk dijadikan lahan pertanian tanaman padi atau jagung.

Para ahli waris tersebut berharap pemerintah daerah dapat memediasi menyelesaikan konflik tanah umbul dengan perusahaan. (nal/sur)






  • Bagikan