Akademisi: Pengangkatan Guru untuk PNS Harus Tetap Ada

  • Bagikan
Sejumlah siswa mengikuti simulasi belajar tatap muka di SMP Negeri 7 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (16/11/2020). Berdasarkan surat pernyataan orang tua dan persetujuan guru, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan simulasi belajar tatap muka pertama sejak pandemi COVID-19, selama dua minggu di empat sekolah menengah pertama (SMP) di mana lokasi sekolah berada di zona hijau berdasarkan penilaian Gugus Tugas dengan jumlah siswa terbatas serta wajib mematuhi protokol Kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Soal niatan pemerintah pusat meniadakan rekrutmen guru, dan beralih ke Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 dinilai dapat memunculkan persepsi diskriminasi dalam pengadaan guru.

Hal itu diungkapkan Akademisi Universitas Lampung: Bujang Rahman. Menurutnya, pengangkatan guru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap ada.

“Jatah PNS dalam pengangkatan guru harus tetap ada, karena menjadi bagian komitmen pemerintah terhadap pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Menghilangkan jatah PNS dalam pengadaan guru dapat menimbulkan persepsi sebagai diskriminasi dalam pengadaan guru,” ungkap Bujang, Minggu (17/1).

Menurutnya, pengadaan guru menjadi PPPK dinilai sebagai kebijakan sesaat untuk memenuhi kebutuhan guru yang jumlahnya memang sangat banyak. Hal ini membuat posisi guru akan melemah.

Baca Juga:   Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Gawangi IT Kemenkeu

“Dihilangkannya pengangkatan guru PNS dapat memperlemah posisi pendidikan garda terdepan dalam menghasilkan SDM Bangsa,” tambahnya.

Selain itu, hilangnya guru PNS akan berpengaruh pada kondisi psikologis guru, bahwa seakan-akan profesi guru tidak sepenting profesi lain dan tentu akan berdampak pada motivasi kerja guru.

“Kalau ada pihak menilai kinerja guru selama ini kurang maksimal, hal itu tidak bisa disalahkan guru semata karena banyak variabel yang terkait, termasuk variabel pembinaan oleh pemerintah,” tandasnya. (rma/sur)



  • Bagikan