Akhir November, PPKB Mesuji Laksanakan MKJP

  • Bagikan

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Akhir Bulan November 2021, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Mesuji, berencana akan melaksanakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) ke masyarakat.


Kepala Dinas PPKB Mesuji Herawati mengatakan, MKJP yang akan dilakukan, di antaranya Pemasangan alat operasi KB implan, serta Intrauterine device (IUD) untuk wanita dan Metode Operasi Pria (MOP) untuk pria yang sudah berkeluarga.

Adapun pelaksanaan MKJP rencananya akan dilaksanakan di 13 puskesmas se-kabupaten Mesuji. Dengan rincian, Puskesmas Wira Bangun sebanyak 60 implan dan 5 IUD Aseptor.

Kemudian, Puskesmas Hadi Mulyo 60 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas Brabasan 60 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas Tri Karya Mulya 50 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas Margojadi 60 implan dan 5 IUD Aseptor.

Baca Juga:   Perayaan Malam Tahun Baru di Mesuji, Dilarang

Puskesmas Tanjung Mas Makmur 40 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas Sidomulyo 40 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas Wiralaga 40 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas panggung jaya 50 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas Sungai Sidang 40 implan dan 5 IUD Aseptor.

Selanjutnya, Puskesmas Bukoposo 60 implan dan 5 IUD Aseptor, Puskesmas Tanjung Mas Makmur 40 implan dan 5 IUD Aseptor. Serta Puskesmas Adi Luhur 50 implan, 5 IUD dan 3 MOP.

“Pemasangan MKJP merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifan yang tinggi dengan tingkat kegagalan yang rendah. Serta komplikasi dan efek samping yang lebih sedikit, dibandingkan metode kontrasepsi yang lain,” Ungkap Herawati, Kamis (11/11).

Menurutnya, jumlah pasien yang sudah terdaftar di 13 puskesmas sebanyak 650 Aseptor dan 3 Aseptor. Seluruhnya berasal dari pria yang sudah berkeluarga dan akan di laksanakan pemasangan KB di puskesmas Adi Luhur kecamatan Panca Jaya kabupaten Mesuji.

Baca Juga:   UMK Disahkan, Pemkab Mesuji Sosialisasikan ke Perusahaan

“Kami telah melakukan penyuluhan di tujuh kecamatan se-kabupaten Mesuji. Ini guna membantu masyarakat yang kesusahan untuk melakukan KB,” Katanya.

“Tidak ada larangan jika masyarakat mempunyai anak lebih dari dua, tugas kami hanya menyiapkan tempat, dan obat pemasangan KB,” Pungkasnya. (muk/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan