Akhirnya, Nenek Sebatang Kara Itu Dapat Kursi Roda

  • Bagikan
Dinas Sosial Tuba Barat memberikan bantuan kepada Mbaih Sainem (70), warga Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah (Tuba Tengah), Kamis (5/9). FOTO ISTIMEWA  
Dinas Sosial Tuba Barat memberikan bantuan kepada Mbaih Sainem (70), warga Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah (Tuba Tengah), Kamis (5/9). FOTO ISTIMEWA  

radarlampung.co.id – Dinas Sosial (Dissos) Tulangbawang Barat kembali mengunjungi Mbah Sainem, warga Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah (Tuba Tengah), Kamis (5/9). Nenek berusia 70 tahun itu mendapatkan bantuan kursi roda dan paket sembako.

Menurut Kepala Dissos Tubaba M. Rasidi, beberapa waktu lalu pihaknya mengunjungi Mbah Sainem untuk memastikan kondisinya. Sekaligus memberikan bantuan buffer stock dan sembako.

”Melihat kondisinya, beliau membutuhkan kursi roda untuk membantu beraktivitas. Karena itu, kedatangan kami hari ini untuk memberikan kursi roda dan sembako,” kata M. Rasidi kepada Radarlampung.co.id.

Selain itu, Mbah Sainem juga akan diusulkan sebagai penerima bantuan non tunai Program Mantra Tubaba (Maju dan Sejahtera) yang digulirkan Pemkab Tuba Barat mulai tahun ini.

Baca Juga:   Kejari Bantu Ambulans untuk Penanganan Covid-19

Sementara, Kepala Tiyuh Tirta Makmur Sapto mengatakan, Mbah Sainem memang membutuhkan bantuan. ”Kami atas nama keluarga dan masyarakat, mengucapkan terima kasih atas bantuan kursi roda ini. Semoga bermanfaat,” kata Sapto.

Mbah Sainem hidup sebatang kara di sebuah rumah berukuran 4×5 meter. Kondisi bangunan yang ditempatinya cukup memprihatinkan. Berdinding geribik, sebagian tiang penyangga lapuk, bahkan lantainya masih tanah.

Dalam keadaan tersebut, Mbah Sainem tetap berjuang, meskipun sulit bergerak karena kelumpuhan yang dideritanya sejak dua tahun lalu.

Setahun silam, Mbah Sainem masih ditemani pasangannya. Namun, sang suami meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sejak saat itu, Mbah Sainem hanya mengandalkan pemberian kerabat maupun tetangga.

”Saya merasa sangat kehilangan. Dulu sebelum meninggal, suami yang selalu menemani dan mengurus semua keperluan saya. Mulai dari makan sampai mandi. Tapi sekarang saya tinggal sendiri,” kenang Mbah Sainem. (fei/rnn/ais)




  • Bagikan