Akselerasi Pemulihan Ekonomi serta Investasi di Bidang Green dan Blue Economy untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan


RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah terus berupaya menjaga optimisme atas momentum pemulihan ekonomi Indonesia yang pada tahun lalu berhasil tumbuh positif agar dapat terus dilanjutkan di tahun ini. Ini dilakukan melalui komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan,

Di awal tahun 2022, prospek yang baik dari perekonomian Indonesia terlihat dari indikator PMI Manufaktur pada Februari yang berada di level ekspansif sebesar 51,2. Selain itu, lembaga pemeringkat Moody’s juga mempertahankan rating kredit Indonesia pada posisi Baa2 dengan outlook stable.





Sektor eksternal Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang baik. Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2021 mengalami surplus USD13,5 miliar, yang ditopang oleh surplus neraca barang dan transaksi modal finansial seiring optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik.

“Di tengah risiko ketidakpastian global, Pemerintah akan terus menjaga komunikasi yang baik dengan para stakeholder agar dapat menjaga momentum dan pemulihan ekonomi di tahun ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech secara virtual pada acara Standard Chartered World of Wealth (WoW) 2022, Kamis (10/3).

Adapun risiko atau tantangan utama yang muncul saat ini berasal dari penyebaran Covid-19 varian Omicron, inflasi, normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral, disrupsi rantai pasokan. Terbaru adalah ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang mendorong gejolak kenaikan harga komoditas  energi, pangan, dan mineral.

Melihat tantangan tersebut, pemerintah mendorong agar sektor swasta dapat terlibat berinvestasi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Terutama di tengah momen Presidensi G20 Indonesia yang tengah berlangsung.