Akses Jalan Teluk Kiluan Amblas, BPBD Lampung Minta Pemkab Tanggap

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menilai Pemkab Tanggamus kurang tanggap menyikapi longsornya jalan menuju lokasi wisata Teluk Kiluan, yang hingga tiga bulan tak kunjung diperbaiki.

Kepala BPBD Provinsi Lampung Sena Adhi Witarta menminta keterlibatan Pemkab setempat dalam perbaikan  satu-satunya jalan menuju Teluk Kiluan tersebut. Itu nengingat jika melalui  Pemprov Lampung juga ada beberapa proses yang harus dilalui.

“Ya kan kalau bisa dikerjakan kabupaten kenapa harus provinsi, apalagi kalau di provinsi harus menunggu (dana). Kan ini namanya bencana, masa mau menunggu pusat dan provinsi meskipun kewenangannya. Ya kalau bisa dikerjakan ya kerjakanlah,” kata Sena, Kamis (31/10).

Pihaknya saat ini masih menunggu prosedur untuk melakukan perbaikan di jalan tersebut. “Kalau  kita nunggu prosedur, tidak bisa masing-masing. Ya kami minta kabupaten tanggap juga, saya liat fotonya bisa di lakukan oleh kabupaten. Itu kan sedikit saja, nggak banyak-banyak amat,” sambungnya.

Disinggung soal dana darurat, Sena enggan menjawab lebih jauh. “Saya tidak bisa banyak-banyak ngomong ya,” tandasnya.

Sebelumnya, jalan amblas didekat pintu masuk Teluk Kiluan selama tiga bulan belakang  tak kunjung diperbaiki Pemprov Lampung. Jalan yang menjadi satu-satunya akses utama masyarakat maupun pengunjung ini dibiarkan tanpa perbaikan.

Hal ini lantas membuat masyarakat mengeluh, karena menganggu perekonomian. Hal itu juga disebutkan salah satu pengamat pariwisata Julian Manaf  yang menyebut telah melihat langsung kondisi jalan dan banyak menerima laporan masyarakat.

Dirinya menyebut sejak tiga bulan belakangan, jalan amblas tak kunjung mendapatkan perhatian Pemprov Lampung. Padahal, ini sangat mengganggu wisatawan ke Teluk Kiluan yang selalu berdatangan, dari lokal hingga mancanegara.

“Iya sudah amblas hingga tiga bulan lalu, lokasinya sudah di Desa Kiluan, didekat pintu masuk.  Sekitar lima kilometer menuju pintu masuk. Sekarang justru sudah tidak  bisa dilalui lagi. Bahkan  kendaraan biasa nya masuk mulai bis dan kendaraan 3/4 sudah tidak bisa lewat lagi.  Ini jelas  menganggu, karena itu satu-satunya jalan yang bisa dilalui menuju Kiluan,” katanya, Rabu (30/10). (rma/kyd)




  • Bagikan