Aksi di Disdikbud, FPPKL Minta Pungutan di Taman Budaya Dihapuskan

  • Bagikan
Aksi damai seniman yang tergabung dalam Forum Peduli Pemajuan Kebudayaan Lampung (FPPKL), Rabu (1/12). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seniman yang tergabung dalam Forum Peduli Pemajuan Kebudayaan Lampung (FPPKL) melakukan aksi damai, Rabu (1/12). Mereka meminta transparansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta penghapusan dugaan pungutan liar di Taman Budaya Lampung.

Dalam aksi di depan kantor Disdikbud Lampung, massa meminta pemprov melaksanakan UU Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.



Di mana, mereka melihat ada ketidakjelasan pengelolaan program dan anggaran di ranah budaya (kebudayaan) serta menilai Disdikbud dan Taman Budaya Lampung (TBL) tidak mengindahkan aturan tersebut. Kemudian pembiaran terkait dugaan pungli sewa teater tertutup.

“Kita membantu teman-teman seniman di Lampung agar kesenian bisa terus lancar. Sekaligus memfasilitasi, misalnya yang menyangkut program dan hal lainnya,” kata Koordinator FPPKL Alexander.

Selama ini, terus Alexander, pengelola Taman Budaya Lampung dinilai tidak menjalankan fungsi dan tidak menghargai pelaku seni.

Dalam aksi tersebut, FPPKL menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya penghapusan retribusi atau sewa gedung teater tertutup, gedung teater terbuka, gedung pameran dan gedung olah seni bagi seluruh pelaku seni yang hendak mengadakan kegiatan seni budaya.






  • Bagikan