Aktivitas Tambang Cemari Sungai Umpu, Warga Keluhkan Air Bersih

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Masyarakat Blambanganumpu mulai kekurangan air bersih. Ini disebabkan selain kemarau panjang, tidak dapat dikonsumsinya lagi air sungai Umpu karena telah tercemar berbagai zat kimia berbahaya, terutama merkuri yang digunakan para penambang emas ilegal di sepanjang Sungai.

“Kalau dahulu sebelum adanya aktivitas penambangan emas ilegal di sepanjang aliran sungai Umpu maupun di kebun-kebun milik masyarakat setiap musim kemarau panjang begini masyarakat akan berbondong-bondong menuju Sungai untuk mandi mencuci dan bahkan mengambil airnya untuk dikonsumsi. Tapi sejak 5 tahun terakhir Sungai Umpu itu itu tidak dapat lagi dikonsumsi dan bahkan hasil tes kandungan air yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup Way Kanan air sungai Umpu sekarang sudah tercemar dengan berbagai zat kimia yang berbahaya,” kata Adi, salah satu petani yang ditemui Radarlampung.co.id ketika mencari sumber air di pinggir hutan yang diperkirakan belum tercemar kandungan airnya bersama rekannya, Minggu (15/9).


Menurutnya, petani atau masyarakat setempat mengidolakan menanam karet dan juga kelapa sawit. Namun saat paceklik saat ini biasanya turun ke sungai untuk menambang emas secara manual dengan menggunakan Skop dan Dulang.

“Akan tetapi seiring berkembangnya waktu penambang emas tradisional mulai tergeser penambang dengan menggunakan alat berat maupun mesin-mesin canggih sehingga mata pencaharian penduduk setempat di saat musim paceklik menjadi hilang dan bahkan Sungai Umpu sendiri dikatakan sudah tercemar oleh zat kimia yang membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia

Mirisnya, pemerintah maupun aparat terkait seakan membiarkan saja hal itu terus berlangsung.

“Dulu kami pernah menemani rombongan dirkrimsus Polda Lampung melakukan penyisiran dan penggrebekan pada titik-titik lokasi penambangan emas ilegal di Waykanan, tetapi setelah rombongan dirkrimsus dari Polda Lampung itu pulang ke Tanjungkarang hingga sekarang aktivitas penambangan ilegal itu tetap marak sehingga akhirnya menyusahkan kami rakyat kecil. Sementara mereka pemilik modal penambangan semakin kaya saja,” tambah Wibowo, warga Blambanganumpu tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Waykanan Dwi Handoyo Retno menyatakan, sudah beberapa kali memberikan surat imbauan kepada masyarakat yang diduga melakukan penambangan emas ilegal, akan tetapi para penambang tersebut nampaknya masih membandel.

“Sudah kita berikan peringatan namun ini memang semacam buah simalakama. Sebab para penambang tersebut khususnya para karyawannya membutuhkan pekerjaan untuk mencukupi kehidupan mereka sehari-hari, di sisi lain kegiatan itu sangat merugikan orang banyak. Harapan Kita agar pihak berwajib segera dapat menertibkan, Sebab saya juga merasakan biasanya musim kemarau saya pergi ke sungai Umpu untuk mandi mencuci dan lain-lain tetapi dengan tercemarnya sungai untuk saat ini saya tidak lagi melakukan hal itu sementara air sumur di tempat tinggal saya juga suka kering,” pungkasnya. (sah/kyd)




  • Bagikan