Akui Beraksi di 50 TKP dan Selalu Bawa Senpi

  • Bagikan
Sebanyak 4 tersangka curanmor dan 1 penadah diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung pada ungkap kasus yang digelar di Mapolresta Bandarlampung, Jumat (28/5). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Satreskrim Polresta Bandarlampung mengamankan empat pelaku pencurian kendaraan bermotor yang diamankan di Jabung, Lampung Timur dan satu orang pelaku penadah, yang diamankan di Natar, Lampung Selatan.

Adapun para identitas pelaku antara lain Ongki Aprizal (22), Nikolas (22), Muhammad Hafidz (22), dan Ebim Dwi Nata (19) yang merupakan warga Lampung Timur. Serta seorang penadah atas nama Darminto, warga Natar, Lampung Selatan.


Kawanan ini juga terkenal sadis, lantaran tidak segan-segan melukai korbannya jika merasa dalam situasi terjepit. Hal tersebut juga dibenarkan Nikolas (22), salah satu pelaku yang dihadiahi dua timah panas oleh petugas.

Nikolas mengaku, kawanan tersebut kerap melengkapi diri dengan senjata api (senpi) setiap kali beraksi. “Iya kalau beraksi biasanya bawa pistol. Tapi pistolnya tidak sama saya, sama teman saya (buron, red),” kata dia.

Baca Juga:   Korupsi Dana Desa, Mantan Kakam di Waykanan Divonis 4 Tahun Penjara

Dia mengaku, telah beraksi di tujuh tkp di sekitar wilayah Bandarlampung. Kebanyakan targetnya yakni sepeda motor yang terparkir di depan minimarket. Nikolas mengaku hanya berperan sebagai joki yang menunggu di atas motor.

Kepada petugas, Nikolas juga mengaku menjual motor tersebut pada penadah yang tinggal di wilayah Natar, Lampung Selatan. Sementara uangnya digunakan untuk bermain judi online.

“Motornya dijual sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta. Target (jenis, red) kendaraannya sedapatnya aja. Kalau uangnya buat judi online,” tambah dia.

Sementara itu, Ongki (22), yang diduga menjadi otak pelaku kejahatan mengaku telah beraksi di sekitar 50 tkp sepanjang kurun waktu dua tahun belakangan.

Baca Juga:   Perkara Benih Jagung, Mantan Pejabat Pemprov Lampung Dilimpahkan ke Kejari

“Sekali turun itu biasanya dua sampai empat orang. Kalau hasilnya biasanya dibagi rata. Untuk harga jual motor (ke penadah, red) itu tergantung jenis motornya. Kalau Honda Beat biasanya sekitar Rp2,5 jutaan,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan