Akui Perbuatannya, MS Janji Pulangkan Uang Korban

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – MS, oknum honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung yang diduga melakukan penipuan dengan iming-iming membantu korban mendapatkan pekerjaan, akhirnya mengakui perbuatannya.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Resky Maulana mengatakan, pelaku MS sudah memenuhi panggilan dan mengakui perbuatannya. Ia juga menunjukan itikad baik dengan berjanji untuk mengembalikan uang korban secepatnya. Meski begitu, untuk sementara kasus tersebut masih ditangani Satreskrim Polresta Bandarlampung.


“Tergantung dari korban. Jika memang uang sudah kembali dan korban mencabut laporan, kasus akan ditutup. Tapi kalau laporan belum dicabut, perkara akan maju terus,” tambah dia.

Disamping itu, polisi juga masih mendalami keterlibatan salah satu pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandarlampung yang namanya sempat dicatut oleh pelaku.

Resky juga akan memanggil pejabat BKD tersebut untuk dimintai keterangan dan klarifikasi. “Kita sudah minta dihadirkan (pejabat BKD, red) untuk melakukan klarifikasi. Untuk keterlibatannya masih diselidiki, tapi kalau dari pelaku mengaku memang hanya mencatut (nama pejabat). Mereka tidak saling kenal,” tandasnya.

Diketahui, dalam kasus ini Korban atas nama Ainun mengaku sebelumnya MS berjanji untuk membantunya mendapatkan pekerjaan melalui jalur Pegawai Pemerintah untuk Perjanjian Kerja (PPPK), dua tahun lalu.

Baca Juga:   Tahun Ini, Polda Lampung ungkap 1.414 Kasus Narkoba

Janji tersebut semakin meyakinkan bagi korban, lantaran MS mengaku dekat dengan salah satu pejabat di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Bandarlampung.

Dalam perjanjian tersebut, Ainun juga diminta untuk menyerahkan sejumlah uang kepada MS. Korban pun menyanggupi dengan mengirimkan sebesar Rp95 juta kepada MS. Namun, setelah dua tahun berselang, janji tersebut tidak kunjung terealisasi.

Disinggung terkait dugaan adanya aliran dana dari MS kepada salah satu pejabat BKD kota Bandarlampung tersebut, Resky mengaku, pihaknya juga sedang menyelidiki lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Sementara ini masih akan kita dalami sampai dimana keterlibatannya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Bandarlampung segera menjadwalkan pemanggilan terhadap M, pegawai honorer di lingkungan pemerintahan kota (Pemkot) Bandarlampung.

Seorang berinisial M ini dilaporkan oleh Ainun (24), warga Bandarjaya Timur, Terbanggi Besar, Lampung Tengah yang merasa ditipu oleh janji manis M, tentang rencananya untuk membantu korban agar menjadi Pegawai Pemerintah untuk Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita sudah terima laporan pada Sabtu (24/4) dan sudah kita proses. Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengundang dan mengklarifikasi, guna memastikan apakah benar ini tindak pidana yang terjadi,” katanya, Selasa (27/4).

Baca Juga:   Laka di JTTS Kembali Terjadi, 4 Orang Meninggal Dunia

Dia juga mengatakan, setelah melakukan pemanggilan dan melakukan klarifikasi tersebut, anggotanya juga akan mengumpulkan alat bukti guna melakukan gelar perkara.

Disinggung tentang jumlah saksi yang akan diperiksa, Resky mengaku, pihaknya segera membuat daftar terkait hal itu. “saat ini kita masih merencanakan penyelidikan dan mendaftar berapa jumlah saksi yang akan kita mintakan keterangan,” tambah dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, dugaan awal berdasarkan laporan korban, terlapor dituduh telah melakukan penipuan dengan modus berjanji dapat membantu korban menjadi pegawai PPPK. Korban juga diminta sejumlah uang oleh terlapor.

“Dugaan awal kasusnya seperti itu. Malah bukan menjadi pegawai negeri, melainkan honorer jika saya lihat dari laporan. Karena janjinya melalui jalur PPPK,” katanya.

Reski juga tidak menampik saat disinggung soal adanya dugaan korban lain dalam perkara tersebut. Meski, untuk sementara baru satu korban yang melaporkan hal tersebut lantaran merasa dirugikan.

“Indikasi korban sementara ini baru satu. Kalau dari pemeriksaan sementara, ada dugaan korban lainnya. Namun, karena ini delik aduan, jadi kita menunggu ada yang laporan lain ke kita,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan