Alhamdulillah.. Harapan Dahlan Iskan Mulai Terwujud dari Lampung

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Tulisan DISWAY pada Selasa (24/4) dimuat radarlampung.co.id, berjudul ‘Durian Runtuh di Rumah Sebelah’ menyorot soal produksi buah tropis durian Thailand yang mampu dijual laris manis di Tiongkok.

Pada tulisan tersebut, ada harapan Dahlan Iskan bahwa Indonesia juga bisa menjual buah tropisnya dengan lahan lebih luas dari Thailand, ke berbagai negara lain.

Perlahan, harapan Dahlan Iskan rupanya mulai terwujud dari Lampung. Tepatnya, kabupaten Tanggamus.

Pj. Bupati Tanggamus Zainal Abidin saat pelepasan ekspor perdana Pisang Mas Tanggamus ke Tiongkok, Selasa (24/4). Foto Humas Pemkab Tanggamus

Ya, untuk pertama kalinya, usaha budidaya Pisang Mas yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Hijau Makmur Kecamatan Sumberejo, Tanggamus bisa tembus ekspor ke Tiongkok. Sebelumnya, di Tanggamus komoditas Pisang Cavendis juga sudah tembus ekspor sejak 1993.

Pisang Mas poktan yang menjadi binaan PT. Great Giant Pineapple (GGP) itu berhasil menembus pangsa internasional yakni dengan melakukan ekspor perdana ke Tiongkok.

Kegiatan pelepasan Ekspor Pisang Mas Tanggamus ke Tiongkok tersebut berkat kerjasama antara Pemkab Tanggamus dengan Kemitraan PT. Great Giant Piniaple yang di pusatkan di Pekon Sumbermulyo Kecamatan Sumberejo, Selasa ( 24/4).

Hadir dalam kegiatan pelepasan Ekspor Pisang Mas ke Tiongkok sebanyak 61 ton tersebut, Pj. Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, M.T, Kepala Badan Karantina Pertanian RI, Banun Harpini, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Hayati Nabati RI Antarjo, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung Desi Romas, Asisten Bidang Ekobang Setkab Tanggamus FB. Karjiyono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortilultura Tanggamus Soni Isnaini. Selain iti, Pimpinan PT. GGP Weli Sugiono, Forkopimda dan Camat Sumberejo Ngalim.

Baca Juga:   Lamtim Masih Zona Oranye, Abai Prokes, Bisa Merah!
Pelepasan ekspor perdana 61 ton Pisang Mas Tanggamus ke Tiongkok, Selasa (24/4). Foto Humas Pemkab Tanggamus

Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin atas nama Pemkab Tanggamus, mengapresiasi atas terjalinnya kemitraan antara petani di Kecamatan Sumberejo dengan PT. GGP, karena, berkat kemitraan telah berhasil menjadikan Kecamatan Sumberejo sebagai sentra tanaman Pisang Mas dan mengolah hasilnya untuk dapat di ekspor.

“Kegiatan ekspor Pisang Mas ini tentu dapat memacu petani lain untuk terus dapat berinovasi sehingga dapat menghasilkan komoditi tanaman yang siap diekspor, “kata Zainal.

Langkah ekspor Pisang Mas, lanjut Zainal, terbilang baik karena Tiongkok menerapkan setandar mutu  dan kesehatan yang sangat tinggi dalam mengimpor hasil pertanian.

“Keberhasilan ini menunjukan pengakuan tingginya standar kualitas produk pisang di Kabupaten Tanggamus, ” ujarnya.

Zainal juga mengatakan bahwa buah-buahan yang banyak disukai oleh semua kalangan didunia, khususnya pisang, selain itu mengkonsumsi buah juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Ditambahkan, Banun Harpini, bahwa kegian ekspor pisang tersebut selain untuk menambah devisa negara  juga untuk meningkatkan penghasilan petani dan ini merupakan terobosan yang sangat baik.

Baca Juga:   Erick Thohir: Ponpes di Lampung Bisa Buka Usaha Pertashop

“Selama ini Balai Karantina Pertanian RI terus melakukan upaya upaya dan ikut mendorong penyelesaian ekspor impor melalui harmonisasi standar. Antara lain dengan cara memeriksa  standar kesehatan makanan  karena salah satu syarat ekspor impor adalah standar kesehatan dan keamanan makanan,” kata dia.

Dilanjutkan Banun, jika Badan Karantina sudah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Ukraina terhadap tujuh komoditas pertanian seperti Nanas, Pisang, mangga, salak, buah naga, jeruk nipis dan sebagian  produk tersebut keberadaannya ada di Tanggamus.

“Dan kita juga sudah mendapatkan modal kemitraan yang sangat  baik ,mari kita isi peluang pasar tersebut  mulai dari Kabupaten Tanggamus,” sebut dia.

Pimpinan PT. GGP,  Weli Sugiono menyampaikan  bahwa selain pisang emas PT. GGP juga akan mengembangkan produk pertanian dan buah-buahan  lain yang cocok di kembangkan di Kabupaten Tanggamus. Dan PT. GGP sendiri  telah melakukan terobosan terobosan bagai mana agar para petani yang ada di Tanggamus mendapatkan fasilitas  kawasan berikat dari Bea Cukai.

“Poktan Hijau Makmur di Kabupaten Tanggamus sudah mendapatkan  fasilitas kawasan berikat dari Bea Cukai, dimana para petani bisa mendapatakan pupuk dengan mudah dan murah sehingga kedepan hasil dapat tercapai dengan maksimal,”  ujar Weli.

Baca Juga:   Serigala Utara Bergerak, Tiga Perampas Mobil Rental Ditangkap, Satu Ditembak

Sementara itu, perwakilan Poktan Hijau Makmur, Nur Soleh dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih atas dukungan  dari pemerintah daerah dan juga Badan Karantina Pertanian yang sudah memberikan instalasi karantina kepada Poktan Hijau Makmur.

“Kami  juga mengucapkan terimakasih kepada menajemen PT  GGP yang sudang melakukan pendapingan selama ini. Mudah-mudahan dengan fasilitas tersebut kualitas dan aktifitas ekspor Pisang Mas Tanggamus semakin lebih baik lagi,” kata Nur.

Dikatakan, saat ini luas lahan Pisang Mas Tanggamus yang dikelola secara kemitraan adalah 210 hektar, dan akan terus ditingkatkan menjadi 300 hektar di tahun 2018, 600 hektar di tahun 2019 dan tahun 2020 seluas 1.000 hektar.

“Luas lahan diharapkan terus terjadi peningkatan produksi dari 137 ton tahun 2017 dan naik bertahan hingga 20.000 ton di tahun 2020,” ujarnya.

Dilanjutkan, dengan tembus ekspor, harga komoditas Pisang Mas meningkat. Dari sebelumnya Rp1.000/kg, kini bisa dijual di koperasi dengan harga Rp2.500/kg.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan SK Penetapan IKT oleh Kepala Badan Karantina Pertanian kepada  perwakilan petani, yang dilanjutkan dengan acara tebang pisang oleh Kepala Badan Karantina Pertanian RI dan Pj Bupati Tanggamus serta Pelepasan Ekspor Perdana Pisang Mas Tanggamus ke Tiongkok. (ral/rnn/rlo/gus)



  • Bagikan