Alhamdulillah, Hujan Guyur Mesuji Setelah 3 Bulan Kemarau

  • Bagikan
Hujan mengguyur Mesuji Jumat (11/1) sore. FOTO DOKUMENTASI WARGA

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sekian lama dilanda kemarau panjang, Kabupaten Mesuji akhirnya diguyur hujan deras, Jumat (1/11) sore. Ya, setidaknya tiga bulan terakhir hujan tak kunjung turun di kabupaten tersebut.

Masyarakat pun tampak bersuka cita atas turunnya hujan. Sebab, sumur di rumah meraka sudah mulai mengering dan diharapkan mulai terisi dengan hujan yang turun sekitar dua jam tersebut.

Dangder (20), warga Brabasan, Kecamatan Tanjungraya mengaku bersyukur ketika hujan turun di rumahnya.

“Alhamdulillah, akhirnya hujan turun deras, sumur dah mulai kering. Keluarga kami membutuhkan air bersih dari sumur,” ucapnya kepada Radarlampung.co.id, Jumat (1/11).

Muhammad Junaidi (29), warga lainnya menambahkan, hujan deras yang mengguyur Mesuji ini dianggap masyarakat setempat sebagai sebuah keberkahan.

“Di rumah pakainya air sumur. Karena sumur kering kalau mau mandi harus buka keran air dari pagi nanti, siang baru penuh bak mandinya,” jelasnya.

Dia pun berharap kemarau berkepanjangan segera berhenti. Sebab, selain udara menjadi panas warga juga kesulitan mendapatkan air bersih.

Berdasarkan data yang dihimpun Radarlampung.co.id, selama kemarau panjang yang melanda Mesuji, tercatat 31 desa terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji Sahril.

Dia menyebutkan, 31 desa tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mesuji, Kecamatan Mesuji Timur, dan Kecamatan Rawajitu Utara.

Pengiriman bantuan air bersih pun terus dilakukan secara berkala, guna membantu masyarakat yang membutuhkan walaupun hujan sudah mulai mengguyur Mesuji Jumat petang.

“Hingga saat ini pengiriman berjalan dengan lancar. Kami terus berupaya memberikan respons cepat apabila ada laporan kekeringan yang masuk,” katanya. (muk/sur)




  • Bagikan