Alhamdulillah, Sebelum Ramadhan Tukin PNS Pemkot Bandarlampung Cair


Plt. Kepala BPKAD Bandarlampung Muhamad Nur Ram'dhan. Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id 
Plt. Kepala BPKAD Bandarlampung Muhamad Nur Ram'dhan. Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kabar gembira untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung. Ya, tunjangan kinerja (Tukin) yang ditunggu-tunggu akhirnya akan segera cair.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandarlampung Muhamad Nur Ram’dhan mengatakan, tukin PNS Pemkot Bandarlampung cair dalam waktu dekat.





Pembanyaran tukin, lanjut Ram’dhan, mulai dilakukan lantaran telah mendapat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI). “Rekomendasi Kemendagri kemarin keluar, baru bisa kita bayarkan sekarang,” ujarnya, Rabu (30/3).

Pembayaran tukin ini, menurutnya dibayarkan satu bulan atau untuk Januari 2022, dan berangsur akan dibayarkan bulan selanjutnya. Di mana, dalam satu bulan pembayaran tukin anggaran yang harus disiapkan pemkot sebanyak Rp9 miliar.

“Lagi kita proses sekarang, semakin cepat bendahara OPD menyerahkan Surat Penyediaan Dana (SPD), akan cepat kita (BPKAD,red) bayarkan,” tuturnya.

Disinggung kapan waktu pasti akan dibayarkan, Sekretaris BPKAD itu mengatakan bahwa saat ini beberapa SPD dari OPD di lingkungan pemkot mulai masuk ke BPKAD.

“Kalau pembayaran sampai hari ini belum ada, tapi SPD-nya sudah ada yang masuk. Bunda maunya sebelum ramadhan sudah dicairkan. Jadi ini gak nunggu harus kumpul semua dulu, siapa yang sudah selesai mengajukan langsung kita cairkan,” terangnya.

Selain tukin, pembayaran tenaga honorer juga akan dilakukan untuk tenaga honorer. Untuk tahun 2022, kata Ram’dhan sudah dibayar untuk Januari dan Februari. Berikutnya pencairan bulan Maret.

“Untuk yang Maret selesai bulannya dulu, terus diverifikasi BKD dan Inspektorat apakah layak bayar atau tidak. Untuk honorer satu bulan kita anggarkan sekitar Rp11 miliar,” terangnya. (pip/sur)