Allah SWT Memuliakan dan Memanjakan Manusia di Bulan Ramadan

  • Bagikan
Prastyo Ari Wibowo, S.Sos.I., M.Pd. foto dok pribadi

Oleh: Prastyo Ari Wibowo, S.Sos.I., M.Pd.*

RADARLAMPUNG.CO.ID-Hari-hari yang indah dan mulia yang sangat dinanti-nanti setiap orang yang beriman telah menghampiri kita. Alhamdulillah, menjadi kenikmatan yang luar biasa dari Allah SWT karena masih diberi umur panjang untuk bisa menikmati bulan Ramadan. Kita juga diberikan kesehatan untuk bisa beribadah puasa serta ibadah-ibadah lainnya.

Bulan Ramadan adalah syahrul barokah: bulan yang penuh dengan keberkahan. Di mana di dalamnya banyak keutamaan. Allah SWT mengistimewakan manusia yang bertakwa di antara makhluk-makhluk-Nya yang lain. Begitu juga Allah SWT mengistimewakan bulan Ramadan di antara 12 bulan di dalam satu tahun. Para ulama mengumpamakan kedudukan Ramadan seperti matahari di antara sekian banyak bintang, yang cahayanya terang-benderang. Yang manfaatnya sangat besar dan ketika muncul maka sinar bintang-bintang akan hilang serta tidak terlihat.

Ulama juga mengibaratkan Ramadan di antara bulan lain di sisi Allah SWT seperti kedudukan Nabi Yusuf di antara saudara-saudaranya di mata Nabi Yaqub ’Alaihissalam.

Sebagaimana Nabi Yaqub sangat mencintai Nabi Yusuf, maka demikianlah Allah sangat mencintai bulan suci Ramadan. Sehingga siapa pun di antara hamba-hamba-Nya yang mendapat keistimewaan untuk bisa bertemu dengan bulan Ramadan, mengisinya dengan ibadah-ibadah yang istimewa. Kedudukan hamba itu di sisi Allah SWT adalah seperti kedudukan nabi Yusuf di antara saudara-saudaranya di sisi Nabi Yaqub.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Ada sebagian yang bertanya, kenapa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup? Para ulama memberikan jawaban. Yang dimaksud pintu surga dibuka artinya amalan dimudahkan. Wajah yang sebelumnya tidak familiar di masjid tiba-tiba berada di shaf terdepan. Atau bahkan yang tidak pernah sedekah mendadak jadi dermawan.

Sedangkan maksud pintu neraka ditutup adalah perbuatan dosa (maksiat) menjadi sedikit. Kemudian apa yang dimaksud dengan setan dibelenggu? Kenapa masih ada bermaksiat di bulan Ramadan? Para ulama mengatakan ada 3 penyebabnya yaitu : (1) Yang dibelenggu hanya sebagian setan, (2) Ada setan dari kalangan manusia, (3) Hawa nafsu tetap ada. Kalau ada orang bermaksiat di bulan Ramadan itu karena sudah terlatih (terbiasa) dan mengikuti hawa nafsunya. Salah satu tujuan Allah SWT menciptakan Nabi Adam Alaihissalam dan seluruh anak keturunannya adalah untuk dimuliakan dan dimanja.

Dan pada bulan Ramadan ini adalah bulan dimana Allah SWT memuliakan dan memanjakan seluruh hamba-Nya yang beriman. Allah berfirman : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS. Al Isra:70).

Di bulan Ramadan ini, orang yang mengerjakan ibadah sunnah pahalanya diganjar pahala ibadah wajib. Sedangkan pahala ibadah wajib ganjarannya dilipatgandakan. “Barangsiapa yang melakukan ibadah sunnah, nilainya seperti orang yang melakukan ibadah wajib di selain Ramadan. Dan siapa saja yang melaksanakan yang wajib, nilainya seperti orang yang melaksanakan 70 kali ibadah wajib di selain Ramadan.” (Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya No. 1887).

Orang yang berpuasa mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah SWT. “Puasa itu memuliakan manusia”. Selain itu, puasa juga adalah perisai dan benteng bagi pelakunya dari neraka serta perisai dari hawa nafsu dan kemungkaran di dunia.

Rasulullah memberi petunjuk kepada orang yang berpuasa Ramadan untuk menjauhkan diri dari perkataan keji dan perbuatan buruk. Serta menahan diri dari amarah, karena akhlak yang bagus bisa membantu seseorang yang berpuasa untuk mencapai derajat taqwa. Dan puasa itu tangga menuju surga.

Hal itulah yang mengangkat derajat manusia yang bepuasa lebih tinggi dibandingkan dengan manusia-manusia umumnya. Jika menjadikan ibadah puasa sebagai perisai selama sebulan penuh, maka puasanya bisa melatih untuk menjadi manusia yang lebih sabar, lebih baik akhlaknya, menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia, memelihara dari dusta, buruk sangka maupun adu domba.

Dan ini bisa menjadi sebab tumbuhnya kasih sayang antara sesama manusia, bukan hanya sesama Muslim. Dan itulah sebenarnya hakikat ibadah puasa. Mata berpuasa, telinga berpuasa, lisan berpuasa, dan seluruh anggota badan pun berpuasa dari menikmati hal-hal yang haram. Semoga Allah SWT menjadikan kita menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa. (rls/c1/nca)

 

*Penulis adalah Waka Bidang Keagamaan SMP IT Baitul Jannah, Kemiling, Bandarlampung, dan alumnus Institut Keislaman Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur

 




  • Bagikan