Alot, Bakso Son Haji Sony I Masih Tersegel

  • Bagikan
Pasca penyegelan oleh Pemkot Bandarlampung, lokasi usaha bakso Sony di Jalan Wolter Monginsidi, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung masih terpasang pita penyegelan, Jumat (11/6). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sanksi penyegelan Bakso Son Haji Sony masih berlangsung hingga Jumat (11/6) siang. Diskusi alot masih terjadi antara pihak Bakso Son Haji Sony dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung terkait pemasangan tapping box di usaha bakso yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Bandarlampung tersebut.

Pantauan Radarlampung.co.id, Jumat (11/6), sekitar pukul 14.30 WIB segel kuning bertuliskan “Garis Pemerintah Kota Dilarang Melintas” masih melintang di pintu masuk dan dalam Bakso Son Haji Sony I di Jalan Wolter Monginsidi.

Tampak saat tiba di lokasi, penjaga parkir di sana memberikan informasi bahwa Bakso Sony I tersebut hanya melayani oleh-oleh saja. Bagitu juga saat ditanya dengan karyawan Bakso Sony yang berjaga di pintu masuk.

Baca Juga:   Buktikan Program Kerja, Koperasi TKBM Serahterimakan 42 Unit Rumah ke Anggota

Karyawan berkaos biru tersebut, memberi tahu bahwa Bakso Sony I hanya melayani oleh-oleh saja. Dan mengaku tidak mengetahui alasan segel di Bakso Sony I itu belum juga dibuka. “Hanya oleh-oleh. Gak tau (Segel Belum Dibuka, red) saja bang,” ujarnya.

Saat Radarlampung.co.id meminta izin bertemu pihak manajemen untuk konfirmasi kedua kalinya terkait penyegelan, dirinya berdalih managemen tidak dapat ditemui. “Gak bisa mas (bertemu management, red), mereka belum bisa ditemui,” singkatnya, sembari mengarahkan pengunjung yang datang.

Inspektur Kota Bandarlampung M. Umar mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan pihak Bakso Son Haji Sony, terkait pemasangan tapping box. Pihak Sony, kata Umar, ingin tetap menggunakan alat yang digunakan mereka salama ini.

Baca Juga:   Siap-siap, Pedagang Emperan Akan Turut Dipasang Tapping Box

“Kita belum menemui titik temu dengan mereka. Maka kita cari solusi. Ini lagi dicarikan solusi terbaik. Saya minta BPPRD cari solusi terbaik, sepanjang belum ketemu solusi belum bisa kita buka segelnya,” terangnya kepada Radarlampung.co.id, Jumat (11/6).

Dirinya mengungkapkan bahwa sudah ada pembicaraan dengan pihak Sony, bahkan konsep dan pernyataan telah siap. “Tinggal tapping box saja. Mereka masih mau tapping box mereka tetap berfungsi, kita belum bisa. Kita masih cari solusi apakah punya mereka dan kita bisa terkonek sehingga data bisa masuk,” ucapnya.

Umar mengatakan, Sony berdalih alat perekam teransaksi yang mereka gunakan lebih cepat, dan Pemkot juga telah menyiapkan yang terbaik. “Kita lagi cari solusinya. Jangan gara-gara itu jadi masalah. OPD teknis masih melakukan pembahasan dengan Sony,” ungkapnya.

Baca Juga:   Pemprov Dukung Forum RPJMD Kota Bandarlampung

Sepanjang belum ada titik temu, lanjutnya, bakso Sony belum dapat buka kembali. “Kalau tutup Sony rugi, berdampak dengan yang lainnya (Sony cabang lain,red). Kita akan lakukan tindakan yang lainnya. Kalau ini selesai yang lainnya selesai juga,” terangnya.

“Untuk tenggat waktu sepanjang kewajiban dia (Sony, red) dipenuhi maka akan kita buka segelnya. Kalau belum dipenihi gak dibuka. Kewajibannya tapping box harus dipasang alat dari Pemda yang dipakai,” ungkapnya. (pip/sur)



  • Bagikan