Alot, Gelar Perkara Polda Terkait Kasus Dewan Nyabu

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung telah menggelar perkara kasus narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Way Kanan HDR dan oknum anggota Disersi TNI CHR serta ketiga orang lainnya.

Direktorat Narkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen mengatakan, pihaknya menggelar perkara tersebut secara internal dulu di Direktorat Narkoba Polda, dan untuk menggelar perkara itu pihaknya juga mengundang beberapa orang penyedik ahli.

“Tapi dari hasil gelar yang sangat alot, tadi dari pendapat-pendapat penyedik yang kami undang termasuk Kabag Wasidik yang membidangi terkait penyedikan, sampai jam ini mereka belum bisa menyimpulkan untuk status khususnya dari dua orang bernisial H dan I yang kami tangkap, tapi tidak ada barang bukti narkoba,” ujarnya, Senin, (16/7).

Baca Juga:   Alay Ajukan Peninjauan Kembali

Menurut Shobarmen, untuk menentukan status tersangka terhadap kedua orang tersebut. Ia mengaku sedang mencari formula hukumnya.

“Kepada kedua orang ini pada malam sebelumnya hanya menggunakan bersama-sama, dan ini masih kami coba dicarikan formasinya atau formula hukumnya seperti apa untuk menentukan status keduanya. Jadi, kedua orang bernisial H dan I sekarang posisinya masih ngambang,” kata dia.

Sementara itu, kata Shobarmen, tiga orang lainnya bernisial CHR, ALI dan AND statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan narkoba jenis sabu.

“Tiga orang lagi yang didapati barang buktinya itu sudah statusnya sebagai tersangka yakni CHR, ALI dan AND, kerena di badannya kami temukan barang bukti narkoba,” pungkasnya.

Baca Juga:   Nah Lho, Makan Nasi Goreng di Tempat, Pria Ini Diamankan Polisi

Sebelumnya diberitakan, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung Kombes Shobarmen mengatakan, anggota DPRD Kabupaten Waykanan berinisial HDR diringkus di kediamannya di daerah Way Kandis, Bandarlampung.

“Anggota Dewan itu kami tangkap di kediamannya tadi di Way Kandis, tadi malam,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, saat dihubungi via telepon, Jumat, (13/7). (ndi/ang)




  • Bagikan