Alot, Protes Warnai Tungsura DPRD Tanggamus

  • Bagikan
Saksi Partai Gerindra dan PKB serta Bawaslu memeriksa C1 saat pleno rekapitulasi penghitungan suara di Hotel VIP, Rabu malam (1/5). Ini sebabkan ada perbedaan antara data yang dipegang saksi dengan yang dibacakan saat pleno. FOTO UJI MASHUDI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Saksi Partai Gerindra dan PKB serta Bawaslu memeriksa C1 saat pleno rekapitulasi penghitungan suara di Hotel VIP, Rabu malam (1/5). Ini sebabkan ada perbedaan antara data yang dipegang saksi dengan yang dibacakan saat pleno. FOTO UJI MASHUDI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019 untuk DPRD Tanggamus berjalan alot. Awalnya pleno yang dimulai sekitar pukul 19.15 WIB, Rabu (1/5) itu berjalan lancar. Namun sekitar pukul 23.30 WIB, saat penghitungan suara untuk Dapil II, khususnya di wilayah Kotaagung Barat dihujani interupsi oleh sejumlah saksi partai.

Salah satu saksi dari PKB mengajukan keberatan. Pasalnya saat pleno KPU, jumlah suara C1 yang diterima saksi berbeda dengan data yang ditampilkan saat perhitungan. Interupsi juga disampaikan saksi Partai Gerindra.

“Data C1 yang kami terima sebelumnya sudah sesuai saat pleno tingkat kecamatan. Tapi saat pleno kabupaten, data yang sebelumnya sudah sama malah berubah. Pada pleno tingkat kabupaten, suara caleg dimasukkan ke suara partai. Padahal data C1 yang kami terima dan sesuai dengan pleno kecamatan, suara itu sah untuk caleg, bukan untuk partai, ” kata caleg PKB Helmi.

Akibatnya, pleno yang berlangsung di Hotel VIP Gisting itu diskor sekitar 1,5 jam untuk menyelesaikan selisih perolehan suara PKB dan Gerindra.

Sementara para saksi yang sebelumnya mengajukan keberatan karena selisih data, bertahap mencari titik terang permasalahan tersebut di tempat lain. Berdiskusi dengan PPK serta Bawaslu. (uji/ehl/ais)




  • Bagikan