Alzier Didukung Tokoh Adat, Bustami Dapat Tiket PDIP

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Jelang Pilpres 2019, geliat pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI semakin menghangat. Tidak terkecuali bakal calon (balon) yang bukan merupakan petahana, sejumlah tokoh Lampung yang berniat maju di bursa DPD RI pun terus bergerak. Terlebih setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung melakukan pengambilan sampel dukungan.

Diantara balon DPD berlatar belakang politikus seperti M. Alzier Dianis Thabranie dan Bustami Zainudin. Keduanya mantap mencalonkan diri dengan basis dukungan masing-masing. Misalnya Alzier yang mendapatkan dukungan dari tokoh adat Pesawaran untuk maju sebagai anggota DPD RI, Selasa (29/5) malam.

Puluhan tokoh adat Pesawaran yang terdiri dari kepala marga maupun Penyimbang Saibatin bersilaturahmi ke kediaman Alzier, Jalan Arief Rahman Hakim, Bandarlampung. Ketua Adat Saibatin Pesawaran Firman Rusli gelar  Paduka Minak Mangku Batin mengaku sepakat memenangkan Alzier yang merupakan penggagas pemekaran Kabupaten Pesawaran.

”Saat ini kondisi adat di Pesawaran cukup memprihatinkan. Karena adat hanya diperlukan saat mencalonkan sebagai pemimpin seperti pemilihan bupati. Namun setelah terpilih, adat seperti dicueki dan tidak diperlukan lagi,” ujar Rusli dalam rilisnya kepada wartawan, kemarin.

Setelah mendapatkan dukungan ini, Alzier menyatakan terima kasih kepada para tokoh adat Saibatin se-Pesawaran atas dukungannya. Dia berpesan agar apra tokoh adat untuk tetap kompak dan menjaga persatuan. Selain itu, ssinya harus benar-benar orang adat. Bukan sosok yang bukan keturunan adat, namun hanya menjadikan adat sebagai alat kepentingan pribadinya.

Baca Juga:   Bandel, Tempat Usaha Ini Disegel 7 Hari

Perlu diketahui, Pesawaran terdiri dari lima marga. Yakni Marga Waylima, Marga Kedondong, Marga Padangcermin, Marga Punduhpidada, dan Marga Hurun. Alzier yang merupakan putera daerah Pesawaran ini salah satunya memang mengandalkan dukungan dari daerah pesisir dalam pencalonannya.

”Kita memang punya basis suara di pesisir,” kata Alzier kepada wartawan di sela-sela penentuan sampel dukungan pemilih perseorangan calon peserta pemilu Anggota DPD RI Provinsi Lampung, di Hotel Emersia, Senin (28/5).

Di sisi lain, meskipun terakhir menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar) Lampung, namun Alzier tidak menggunakan jaringan partai beringin tersebut. Dia mengaku tidak berharap terlalu banyak dukungan dari Golkar.

“Kalau perlu dari PDIP lebih bagus, atau dari masyarakat yang lain lebih bagus.  Jangan terlalu berharap sama Golkar lah, ruwet. Banyak dari lain, nggak usah pusing lain. 15 kabupaten/kota (dukungan) masuk insyaallah,” tandas salah satu Mustasyar Pengurus Wilayah Nahlatul Ulama (PW NU) Lampung ini.

Terpisah, Wakil Ketua DPD PDIP Lampung Bustami Zainudin juga mengaku yakin mesin partainya dapat mengantarkan ke kursi Senayan. Apalagi, partai banteng ini sudah memberikan tiket resmi kepada mantan bupati Waykanan ini untuk maju sebagai balon anggota DPD RI. Sebanyak 15 DPC kabupaten/kota sudah memberikan dukungan secara resmi.

Baca Juga:   Tersisa 18 Bed di Fasyankes Pesawaran

”Dalam rakerda (rapat kerja daerah) PDIP menghasilkan keputusan secara organisasi bahwa saya selaku wakil ketua PDIP Lampung Bidang Kaderisasi sudah ditetapkan dan diputuskan dalam pleno. Setiap dpc sudah menyerahkan dukungan secara tertulis kepada saya untuk mewakili pdip sebagai instituesi di mana saya bernaung, mewakili partai juga, dan secara pribadi untuk ditugaskan bergabung di DPD RI,” urainya.

Bustami juga yakin mendapatkan dukungan di luar PDIP. Sebagai orang yang menjabat sebagai kepala daerah, dia mengaku memiliki banyak sahabat. Selain itu, dia bergabung di banyak organisasi sejak duduk di bangku kuliah. Sebut saja, Mustasyar NU Waykanan selama 10 tahun, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lampung (IKA Unila), Pemuda Pancasila, dan lain-lain.

”Saya pikir potensi untuk mendapat suara, dengan saya turun kembali, mulang tiyuh (pulang kampung), mudah-mudahan masyarakat Lampung untuk bisa memberi dukungan demi Lampung. Karena kepala daerah tidak bisa sendiri untuk membangun Lampung. Bekal saya memimpin Waykanan selama sepuluh tahun pasti ada manfaat untuk berbuat lebih bayak lagi untuk Lampung,” ucapnya.  (dna/rma/c1/dna/gus)

 

 

 




  • Bagikan