Ancaman Gubernur Lampung ke Pengusaha yang Beli Singkong di Bawah Rp900 per Kilogram

  • Bagikan
Gubernur Arinal Djunaidi (kiri) di Mahan Agung. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta seluruh perusahaan tapioka di Lampung membeli singkong dengan harga minimal Rp900 per kilogram. Jika ditemukan pengusaha melanggar apa yang sudah jadi kesepakatan tersebut, Arinal tak segan mengevaluasi dan menutup usahanya.

“Kalau masih ada pengusaha ditemukan membeli singkong dibawah Rp900 akan dievaluasi, karena sudah ada kesepakatan semua pengusaha. Kalau ada, alasannya apa, kalau tidak ada alasan usahanya akan saya tutup,” beber Arinal di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung, pada Selasa (12/10).


Menurutnya pertemuan yang rutin dilakukan bersama pengusaha tapioka ini juga untuk terus menyatukan persepsi mengenai beli singkong dari petani. Apalagi Provinsi Lampung merupakan provinsi penghasil singkong di Indonesia, dengan harapan pembinaan bisa terus dilakukan dan harga singkong terus melambung sehingga menguntungkan petani.

Baca Juga:   Pemprov Lampung Anggarkan Bantuan Anak Korban Pandemi Covid-19 di APBD 2022

“Dari kegiatan pembinaan yang kita lakukan harganya sudah meningkat dari Rp900 ke Rp1100 per kilogram, itu dibayar sesuai dari presentasi kadar aci singkong tersebut. Sehingga saya akan pantau terus, terutama pada masa yang akan datang Lampung sebagai penghasil singkong utama dunia dan Indonesia jadi tumpuan harapan para petani yang bisa meningkatkan produksi dan peningkatan pendapatan. Peningkatan produksi juga harus di olah, di pupuk, bibitnya harus varietas berkualitas dan harganya sudah ditunggu oleh pengusaha,” tambahnya.

Ditambahkan Widarto, Ketua Asosiasi Pengusaha Tapioka Widarto mengatakan saat ini harga singkong sudah berada di harga Rp1100 hingga Rp1200 per kilogram nya. Dirinya menyebut kedepannya harga singkong bisa terus naik.

Baca Juga:   KAI Bolehkan Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Naik Kereta, Ini Aturannya

“Namun, nasih ada yang ditemukan usianya lima bulan sebenarnya sudah bagus, tapi ada yang sembilan bulan bagusnya. Karena itu tergantung varietas umur sangat penting. Saat ini varietas oke, produksi banyak tapi tergantung umur,” lanjutnya.

Selanjutnya, atas permintaan Arinal Djunaidi terkait agar harga tidak kembali turun karena akan merugikan petani. “Tapi alhamdulillah sampai sekarang bertahan, untuk harga sendiri potongan dari pihaknya sebesar 8 hingga 9%. Sedangkan pihak lain ada yang ambil potongan sampai 35%, tapi bukan kami,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga, pihaknya menyumbangkan dua alat pengukur kadar aci kepada Pemprov Lampung. “Hari ini kita berikan bantuan alat, kami sumbang dua unit untuk Pemda agar segera dilakukan penyuluhan,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan