Anggota DPD RI : Lampung Harus jadi Prioritas Dapat Vaksin Lebih Banyak

  • Bagikan
Anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela. FOTO DOK. PRIBADI

RADARLAMPUNG.CO.ID-Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk membentuk herd immunity di masyarakat guna menekan angka penularan Covid-19. Namun, tidak semua daerah dapat vaksinasi secepat DKI Jakarta yang saat ini sudah mencapai 115,2% atau sebanyak 9.671.518 masyarakat telah menerima vaksinasi dosis pertama.

Hal ini turut di sorot Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Lampung, Jihan Nurlela. Melalui pesan singkat pada Rabu (25/8), Jihan yang juga seorang dokter ini menyuarakan pendapatnya mengenai belum meratanya vaksinasi di Indonesia saat ini.


“Yang dikhawatirkan saat ini adalah tidak tercapai nya herd immunity. Dan benar saja Kemenkes bilang ada ilmuwan yang menciptakan (vaksin) Astra Zeneca mengatakan di Indonesia tidak akan mencapai herd immunity kalau kita tidak kunjung mencapai Vaksinasi 70%. Tentu ini menjadi kekhawatiran jangka panjang, mau sampai kapan kita berdampingan dengan Covid-19,” ungkap Jihan.

Dia menambahkan, informasi yang ia peroleh dari Kemenkes juga kalau tidak mencapai herd immunity salah satunya karena tidak tercapainya vaksinasi 70%, varian Covid-19 terus bermutasi, orang-orang yang sudah di vaksin dosis pertama dan ke dua sudah lama dan antibodi menurun.

Baca Juga:   Dipanggil Penyidik KPK Tak Datang, Azis Syamsuddin Isoman

“Tapi sekarang, jangankan memberikan vaksin booster untuk orang yang akan divaksin, tapi masih banyak orang-orang yang belum mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Dan pencapaian vaksin di Indonesia belum sampai 50%, dikhawatirkan kita akan sangat lama berdampingan dengan Covid-19. Saya pribadi sudah sangat memohon melalui sidang paripurna, person to person pentinggi pemerintah, menkes, dirjen. Tapi yang (mereka) disampaikan normatif saja bahwa sudah disampaikan (informasi ini),” lanjutnya.

Karena itu, Jihan berharap pemerintah pusat segera untuk mempercepat pengadaan vaksinasi ini. Termasuk di Lampung. Jihan berharap Lampung menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin lebih banyak pada September mendatang.

“Saya berharap di September akan datang 25 juta dosis sinovac, saya berharap Lampung jadi prioritas pertama akan mendapatkan vaksin lebih banyak. Karena Lampung hanya terpisah selat sunda dan banten. Namun ketimpangan mencolok, DKI sudah 100% lebih sedangkan di Lampung baru update 5 hari lalu baru 18%. Masih jauh perbandingan,” tambah Jihan.

Menurut Jihan, pemerintah akan sangat tidak bijak kalau memberikan indikator pendistribusian vaksin di Lampung hanya dengan indikator sebelumnya bahwa provinsi Lampung mampu berhasil menekan angka penyebaran Covid-19.

Baca Juga:   Pertemuan Airlangga-Cak Imin Dikemas dengan Jalan Sehat

“Tapi kan virus terus bermutasi, sehingga ada antibodi yang tidak bisa mengerem virus masuk ke dalam tubuh sehingga terjadi penularan infeksi penularan virus terus berjalan. Maka tidak bijak jika pemerintah hanya pendistribusian vaksin indikator nya angka penularan yang dulu,” lanjut Jihan.

Dirinya juga meminta pemerintah pusat harus melihat situasi sekarang, di mana Lampung menjadi daerah yang paling tinggi angka kematian. “Harus nya pemerintah ambil langkah cepat agar menekan angka penularan Covid-19 di Lampung. Karena Lampung menjadi angka tertinggi kematian Covid-19,” tambah Jihan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan hingga Selasa (24/8) malam Provinsi Lampung telah menerima 1.651.470 dosis vaksin. Dengan Penambahan 59.810 dosis yang datang Selasa malam.

“Alhamdulillah kita kembali menerima vaksin, sebanyak 59.810 dosis. Alokasinya sudah ditentukan, untuk Dinas Kesehatan yang nantinya akan dibagikan ke kabupaten/kota sebanyak 29.810 dosis, ada untuk TNI 10.000 dosis, dan Polri 10.000 dosis. Ada juga untuk stok untuk di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung,” ungkap Reihana. (rma/wdi)




  • Bagikan