Anggota Polsek Kedondong Tenggelam Saat Selamatkan Anak Dimakamkan

  • Bagikan
Jajaran Polres Pesawaran saat upacara pemakaman almarhum Heri Susilo. Foto dok Humas Polres Pesawaran

RADARLAMPUNG.CO.ID-Berita duka dari Polres Pesawaran. Anggota Polsek Kedondong Bripka Heri Susilo (37), dikabarkan meninggal dunia setelah tenggelam di pantai Pulau Kelapa, Pekon Kiluan Negeri, Sabtu (29/5). Heri tenggelam saat berupaya menyelamatkan anaknya yang terseret arus.

Pria kelahiran 12 Mei 1984 silam ini meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Isak tangis keluarga dan sahabat menghantarkan almarhum Bripka Heri Susilo ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Dusun I Desa Bogorejo Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, Minggu (30/5).

Upacara pemakaman almarhum Bripka Heri Susilo yang bertugas sebagai Bhabinkamtimbas Polsek Kedondong ini dipimpin oleh Kompol Jamaludin bertindak sebagai inspektur upacara. Dan Ipda Syamsul Ridwan sebagai
komandan upacara

Baca Juga:   HUT BHAYANGKARA

“Innalilahi wainnailaihi rojiun, pada hari ini kita semua berkumpul semua disini bersama – sama melaksanakan upacara pemakaman secara dinas terhadap Bripka Heri Susilo yang telah meninggalkan kita pada hari sabtu tanggal 29 mei 2021 sekira jam 15.00 wib di puskesmas Kiluan karena tenggelam,”ungkap Kompol Jamaludin, Minggu (30/5).

Dikatakan, tentunya musibah yang terjadi sungguh sangat menyedihkan perasaan semua pihak. Oleh karena itu sebagai umat beragama, harus merelakan dan mengikhlaskan kepergian almarhum.

“Tentu kita tidak luput dari rasa duka yang mendalam. Oleh sebab itu dalam kesempatan ini saya selaku Irup dan atas nama teman sejawat menyatakan bela sungkawa yang sedalam dalam nya dengan memanjatkan do’a semoga tuhan yang maha esa memberi ketabahan dan kesabaran serta perlindungan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.

Baca Juga:   BKKBN Lampung Target Pelayanan KB untuk 52 Ribu Akseptor

Disamping itu lanjut Jamaludin,pihaknya menyadari bahwa almarhum sepanjang hayatnya adalah seorang manusia biasa yang tidak luput dari hilaf dan dosa. Untuk itu ia mengajak hadirin untuk memaafkan segala kesalahan almarhum.

Sementara, dari pihak keluarga, Khalimi mengucapkan meminta kesediaan para sahabat, rekan kerja dan warga yang turut melayat untuk membukakan pintu maaf apabila ada kesalahan almarhum semasa hidupnya

“Kami juga akan melaksanakan tausiyah selama 7 malam yang dimulai nanti malam bakda isya’. Kami harapkan saudara – saudara sekalian dapat meluangkan waktu untuk hadir di kediaman almarhum,”pungkasnya.(ozi/wdi)



  • Bagikan