Angin Kencang Disusul Hujan Es, Anak Istri Agus Sempat Terjebak di Reruntuhan Rumah

  • Bagikan
Wabup Fauzi saat meninjau rumah Agus di pekon Tambahrejo Barat yag roboh diterpa angin, minggu (17/2). Foto Agus Suwignyo/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Selain banjir, hujan es dan angin kencang juga sempat melanda di kabupaten Pringsewu. Salah satunya di pekon Tambahrejo Barat, kecamatan Gadingrejo. Angin kencang menerpa sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB sabtu (16/2). Sebelum angin kencang itu, hujan es lebih dulu turun.

Menurut Yoyok warga setempat, saat itu suasana gelap lantaran aliran listrik padam. “Saat listrik mati hujan deras lagi bahkan suaranya sangat keras,”ungkapnya, minggu (17/2).


Yoyok merasa penasaran karena air hujan suaranya begitu keras jatuh di atap rumahnya kemudian keluar ke halaman. “Saya sendiri menyaksikan seperti hujan es,” jelasnya. Kemudian angin bertiup kencang, lanjutnya, atap rumah terlihat berterbangan.”Genting, seng melayang di udara,”akunya.

Baca Juga:   Pengamat: JTTS Ruas Terpeka Masuk Kategori Black Spot

Sedikitnya lima rumah warga rusak. Empat diantaranya ambruk. Salah satunya rumah semi permanen milik Agus Sidik.

“Saat kejadian saya tak di rumah, baru tahu setelah ada yang menyusul,”terangnya.

Bahkan istri dan dua anaknya sempat terjebak dalam reruntuhan rumahnya.”Istri dan anak saya Sareen (19 bulan) dan Akdan (5) sempat tertimpa reruntuhan rumah. Untungnya Akhdan hanya luka lecet,”terang Agus saat Wakil Bupati Fauzi melakukan peninjauan ke lokasi bencana dan pengungsian sementara, minggu (17/2).

Beruntung, anak dan istrinya dapat di selamatkan oleh Rohmadi sang kakak, di bantu warga lainnya.

Lain lagi cerita mbah Upik (98). Meski rumahnya hanya atapnya yang berterbangan dia sempat tertinggal saat anggota keluarganya lari dari dalam rumah.

Baca Juga:   Ketua KPK RI Beber Kronologis Kasus Suap Azis Syamsuddin

“Pas sudah keluar rumah mau ngungsi saya ingat ibu masih dalam rumah.Kami balik kembali dan langsung membopong ibu yang sudah tak bisa jalan ke tempat pak Sarno mengungsi sementara,” ucap yumi (70) anak ke dua mbah Upik.(sag/wdi)




  • Bagikan